iyooonnn
DIAGNOSIS: US
Enam tahun.
Selama itu pula Nadine hidup dengan satu tujuan: dokter.
Di tengah pandemi, kuliah yang tak pernah benar-benar selesai, organisasi, koas, ujian, dan malam-malam yang dihabiskan dengan kepala penuh, ia bertemu Alden Pradipta-seorang Koordinator Perlengkapan yang menyebalkan, terlalu banyak bicara, dan entah bagaimana selalu punya alasan untuk berdebat dengannya.
Mereka memulai semuanya sebagai dua orang dari divisi yang berbeda.
Saling menyalahkan.
Saling mengganggu.
Saling menganggap satu sama lain menyebalkan.
Tidak ada yang istimewa dari sebuah pertemuan sederhana di tahun kedua Kedokteran.
Setidaknya, Nadine pikir begitu.
Enam tahun kemudian, Nadine akhirnya menjadi dokter.
Semua yang selama ini ia tunggu telah selesai. Namun ketika kesibukan yang selama bertahun-tahun memenuhi hidupnya tiba-tiba lenyap, yang tersisa justru ruang kosong yang tidak pernah ia tahu bagaimana cara mengisinya.
Termasuk sebuah pertanyaan tentang seseorang yang sudah terlalu lama berada di dalam hidupnya.
Mungkin selama ini ia terlalu sibuk mempelajari cara menyembuhkan orang lain, sampai lupa bahwa ada sesuatu dalam dirinya sendiri yang belum pernah ia pahami.
Tentang enam tahun yang berlalu.
Tentang jarak yang memisahkan.
Tentang dua orang yang tumbuh bersama tanpa pernah benar-benar tahu ke mana hubungan mereka akan membawa.
Dan tentang sebuah pertanyaan sederhana:
Jika cinta adalah sebuah penyakit, lalu apa diagnosis untuk kita?