Idiyya
- Reads 3,166
- Votes 352
- Parts 32
"Seharusnya aku tidak pernah jatuh hati padanya."
Shafa tak pernah menyangka bahwa perasaan yang tumbuh dalam diam akan menyeretnya sejauh ini. Ia hanya mengagumi dari kejauhan, mencoba mengabaikan, namun benang merah itu seolah selalu menariknya kembali.
Chanif, pria yang seharusnya hanya menjadi bayangan dalam pikirannya, kini justru menjadi poros yang sulit ia lepaskan. Setiap kali ia ingin pergi, semesta seolah mempertemukan mereka kembali dan membiarkan harapan tumbuh, lalu menjatuhkannya dalam kenyataan yang pahit.
Ketika akhirnya ia memilih berani untuk mengakui segala perasaannya, jawaban yang ia tunggu tak pernah datang. Hanya ada kebisuan, jarak yang kian melebar, dan tembok tinggi nasab yang tak bisa ia lewati.
Jika memang bukan takdirnya, lantas untuk apa semesta terus mengatur interaksi di antara mereka?
🤍 PLAGIAT NGGAK USAH MAMPIR 🤍