Citraayusya
Tidak ada yang lebih menyakitkan dari pada kehilangan sesuatu yang sangat berarti, atau dipertemukan kembali dengan seseorang yang sangat ingin dihindari.
Ketika raga memilih untuk pergi, justru kenangan itu hadir kembali, membawa ke permukaan seakan ingin mempermainkan perasaan yang telah melupakan.
Ketika hati memilih untuk mengabaikan, justru perasaan menggebu-gebu itu terdengar lagi, membuat raga yang telah memilih pergi kembali bertahan. Bertahan pada suatu masa lalu yang membawanya kembali mengenang setiap detik yang telah ia lalui.
Dan di sinilah hati itu berada, menetap pada orang yang sama setelah bertahun-tahun memilih untuk tidak lagi menatap mata teduh yang menjadi objek favoritnya. Nyatanya, ia masih betah menatap mata itu, tidak peduli bahwa ia telah berjanji ingin melupakan. Nyatanya, perasaan merindu terlalu mendominasi hingga membuatnya lupa akan janjinya.
Karena sejatinya, cinta itu tidak pernah pudar. Walaupun jarak dan waktu telah memisahkannya kepada sang pemilik hati.