IkaManikarNika
- Reads 592
- Votes 88
- Parts 15
"Perih! telinga kanan gue perih banget" Seorang gadis merintih sambil memegang telinga kanannya, ada luka disitu. Ia mulai frustasi, tangisnya tumpah. Bagaimanapun juga ia masih belum siap menerima semuanya.
"Biar! biar rasa perih ditelinga ini bisa buat lo lupa tentang rasa sakit yang lebih perih dari ini, Kia!!!" teriaknya lantang pada dirinya sendiri.
"Lalu bagaimana jika gue sudah terbiasa menahan perihnya?? harus gue lampiasin kemana lagi biar gue lupa dengan semuanya?" Sekarang tubuhnya gemetar, keringat dingin membasahi pelipisnya.
"Gue harus gimana biar bisa lupa dengan semuanya!" gadis itu linglung, tak sadar berjalan perlahan ketengah jalan raya.
Rasa bersalah, luka, trauma, kehilangan, dan tidak bisa menerima kenyataan, seluruhnya melebur jadi satu, jika sudah demikian mungkinkah ia masih dapat menemukan jalan untuk bahagia?
☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀
Mungkin kehadiran Kia sebagai tokoh utama dalam cerita ini bisa mengingat kan kalian pada rasa luka karena tak bisa bersama orang yang kalian sayangi sepenuh hati, apalagi penyebabnya diri kalian sendiri. Setiap hari yang dilalui selalu dihantui oleh rasa bersalah karena tidak bisa menerima kenyataan. Keadaan tersebut diperparah dengan trauma pada kehilangan yang telah mendarah daging. Atau mungkin juga cerita ini akan mengingatkan kalian tentang cinta manis masa SMA? apapun itu, cerita ini diperuntukkan bagi kalian yang ingin berbagi dan sama-sama merasakan semua rasa tersebut.