Inkadpraa's Reading List
5 stories
Married With A Young Girl by user69540117
user69540117
  • WpView
    Reads 33,932,605
  • WpVote
    Votes 1,455,111
  • WpPart
    Parts 48
[Story 4] Di penghujung umur kepala tiga dan menjadi satu-satunya orang yang belum nikah di circle sudah tentu jadi beban pikiran. Mau tak mau perjodohan jadi pintu alternatif. Virgo, Si mantan playboy, akhirnya rela dijodohkan. Namun apa jadinya saat menjelang akad calon istrinya justru melarikan diri? Gawat, Virgo harus menemukan istri pengganti agar tak menanggung rasa malu keluarga. Dari segala kemungkinan yang ada, hanya ada satu sosok yang dirasa cocok untuk menjadi pengantinnya. Konyolnya gadis itu adalah anak dari sahabatnya sendiri. Rara Si gadis usil yang sering minta jajan padanya. "Rara mau jadi istri Om, asal jajanin Rara tiap hari ya!" Tapi bagaimana jika ternyata setelah menikah Virgo tahu Rara punya alasan lain untuk setuju menikah dengannya? Dan alasan itu lebih dari sekadar jajan belaka.
Setala Gema by Lestahayu
Lestahayu
  • WpView
    Reads 18,997
  • WpVote
    Votes 2,973
  • WpPart
    Parts 35
"Kalau mau minta wawancara khusus apalagi minta putus ...." Jeda sesaat. Ilyas tersenyum menatap lawan bicaranya. "Syaratnya, kita harus kencan seharian. Masa, selama jadian kita nggak pernah jalan? Padahal kamu yang nembak, biarpun kamu sering pura-pura amnesia." Gara-gara ulah sahabat yang memakai nama dan telepon genggamnya untuk menyatakan cinta kepada seorang idola, Inara yang kena getahnya: ia terpaksa jadian dengan vokalis songong itu! Padahal, jurnalis remaja itu sudah jatuh hati kepada suara muazin yang kerap didengarnya setiap Sabtu malam ataupun Minggu subuh. Kalau boleh membandingkan, suara Ilyas yang seperti kaleng rombeng itu tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan suara muazin yang ia idolakan. Jauuuh sekali. Terlebih, dalam bayangan Inara, pemilik suara semerdu dan semenenangkan itu pasti tak hanya sekadar tampan sebagaimana Ilyas yang hanya bermodal 'bisa bikin cewek-cewek mimisan'. Bukan pula om-om, bapak-bapak, atau bahkan kakek-kakek seperti dugaan sahabatnya. Mungkin, Inara lupa sesuatu. Bukankah vokalis dan muazin sama-sama berurusan dengan suara?
Last Mission  by user69540117
user69540117
  • WpView
    Reads 2,519,104
  • WpVote
    Votes 345,201
  • WpPart
    Parts 51
|WARNING: MEMBACA CERITA INI MEMBUATMU SUSAH MOVE ON| GENRE: ACTION-ROMANCE [Story 12] "Blood Roses" orang-orang memanggilnya begitu. Layaknya sebuah mawar yang indah dan menarik perhatian mata, tapi jangan lupa bahwa mawar pun memiliki duri yang tajam. Sst, dia bisa membuat tanganmu berdarah. Mawar darah adalah nama panggilan yang sering di sematkan orang-orang kepadanya, gadis muda yang menggunakan nyawa orang lain untuk bertahan hidup. Ya, dia seorang pembunuh bayaran. Bertahun-tahun melakukan pekerjaan keji, ada satu masa di mana dia ingin berhenti, namun tidak semudah itu. Ada satu misi terakhir yang harus ia lakukan sebagai syarat sebelum dia berhenti. Apa itu? Membunuh seorang pria yang menjadi target terakhirnya sebelum berhenti menjadi pembunuh bayaran. Namun apa jadinya jika sesuatu yang tak di sangkakan terjadi, situasi yang menempatkannya dalam suatu keadaan yang rumit, dia justru di haruskan menikah dengan targetnya sendiri? "Aku adalah tiketmu menuju kematian dengan cepat."__Blood Roses.
at: 12am by nambyull
nambyull
  • WpView
    Reads 4,275,772
  • WpVote
    Votes 374,500
  • WpPart
    Parts 80
Dia menolak ku. Satu-satunya pria yang pernah menolakku, satu-satunya pria yang berani mendorongku menjauh.. satu-satunya pria yang sangat ku inginkan. Aku akan memilikinya. Sekeras apapun dia mendorong pinggangku untuk memisahkan ciuman ini, sekeras itu pula aku memeluk tengkuknya dan memperdalam ciuman ini. Rasa frustasi telah membutakanku, membuatku nyaris tidak waras dengan rasa cemburu yang memenuhi seluruh tubuh. Mulutnya mengetat, berusaha menolak saat tanganku merambat mengusap bahu dan dadanya yang masih terbungkus kemeja. Mengerang, setelah sebuah kecupan akhir, aku menurunkan ciumanku menuju telinganya. Menghembuskan nafas pelan dan berbisik. "Ada apa? Bukankah kita sudah pernah melakukan ini?" Di pangkuannya, aku menggigit telinganya pelan, sedikit melengguh sebelum kembali menurunkan ciumanku kembali menuju lehernya yang selalu berhasil membuat imajinasiku menggila. Tangannya meremas pinggangku semakin keras, "Lepaskan aku." Dia menggeram, membuatku justru menyeringai dengan sangat senang. "Bagaimana bisa kau menolak keinginan istrimu hum?" Aku berbisik, mengangkat wajahku menatapnya. Bahunya melemah, wajahnya terkejut, diantara alkohol yang mengambil alih kesadarannya aku bisa merasakan sisa kemarahan yang selalu dia tunjukan padaku kembali membara. "Jangan merepotkan dirimu sendiri sayang, kau tau itu akan sia-sia." Aku mengerakan salah satu jariku mengusap wajahnya. Pencahayaan minim dari lampu kamar hotel membuat wajahnya yang selalu menjadi kesukaanku itu semakin terlihat menakjubkan. Dia menatapku marah, rahangnya bergemeretak. "Wanita licik." Aku tertawa, "Memang," Kembali mendekati wajahnya dan menatap bibir tipis menggairahkan miliknya dengan atensi penuh. Tanpa sadar menggigit bibirku sendiri, gemas. "Jika untuk mendapatkanmu, tidak akan ada wanita yang tidak bersikap licik." Aku harus membuatnya jatuh cinta padaku. Hanya padaku. Sean Aldarict