Zeanisa_
- Reads 240
- Votes 57
- Parts 14
Selalu menuruti keinginan orang tua, tidak pernah protes dengan apa pun yang dipilihkan untuknya, bahkan sampai menikah pun ditentukan oleh mereka, Shea pikir kehidupannya akan bahagia. Setidaknya itu yang Shea pikirkan ketika dia menyetujui perjodohan dengan Arsen, laki-laki yang katanya tampan, mapan, berasal dari keluarga baik-baik, dan juga pernah menjadi teman masa kecilnya.
Namun, nyatanya kebahagian itu hanya berada di dalam pikiran Shea saja. Arsen, bukan tipikal manusia peka, bermulut manis, dan bersikap hangat. Tapi dia adalah satu-satunya manusia menyebalkan yang memiliki mulut serampangan, minim kepekaan, dan sikap yang sangat dingin.
"Kita cerai aja. Nikah sama kamu bikin aku jadi janda berstatus istri orang."
"Boleh. Saya bisa urus prosedurnya dengan cepat asalkan kamu bisa bayar saya dua puluh miliyar tunai."