Lilrhymer_
Ke- chaos an seorang pria dihadapkan dua objek, satu negeri dan satu perempuan.
....
"Hidup lo terlalu rapih, Tadz." -Hazaira
"Rapih?" -H
"Iya. Kaku, kering, monoton- datar, kek ngomong sama tembok. Tapi, kalo lo udah marah, gue serasa dihadapin sama keranda mesjid tau, ga?" -Hazaira
Pria itu berhenti sejenak, memperbaiki posisi sorbannya dengan tenang.
"Menarik. Kamu mengibaratkan saya dengan benda-benda yang ada di masjid. Sayangnya, kamu lupa satu hal: baik tembok maupun keranda, keduanya tidak akan pernah bicara kalau tidak ada yang memulai. Jadi, jika kamu merasa 'ngeri', mungkin bukan karena saya yang menyeramkan, melainkan karena kamu baru sadar bahwa kamu sedang berdiri di depan sesuatu yang tidak bisa kamu kendalikan." -H