Nurindahaaa's Reading List
2 stories
Perjalanan Cinta : Hany & Tomy by Nurindahaaa
Nurindahaaa
  • WpView
    Reads 633
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 9
Sebenarnya Aku ga suka menulis Aku lebih suka bercerita, tapi Aku ingin sesekali mengenang masa itu. Masa dimana Tuhan memberikan rencananya yang indah. Aku punya 4 orang sahabat dia adalah Tomy, Keny, Ika dan Fadil. Mereka adalah sahabatku diwaktu Kuliah. Oh ya ini ceritaku dimasa perkuliahan hehe maklum dunia perkuliahan ku penuh dengan cerita. Aku punya pacar namanya Baron iya tau kok dia itu sangat arogan, pemarah dan over protektif dan aku sangat benci laki-laki seperti itu tapi ntah kenapa aku bisa mencintainya memang cinta itu sangat buta. Tapi awal perkuliahan juga Aku putus sebab Aku ga suka di khianati ya sama la kayak perempuan lainnya pasti semua mau yang setia kan. Tapi dicerita ini Aku ga bakal banyak cerita tentang dia karena dia adalah masa lalu. Seiring berjalannya waktu Aku dekat dengan sahabat ku, yappp dia adalah Tomy. Nah disini Aku bakal banyak cerita tentang Tomy karena pada dasarnya cerita ini Aku khususkan untuk Tomy semoga kamu disana membaca ya hehe. Tapi karena si Baron yg agresif menyebabkan Aku berpisah dengan Tomy termasuk dengan Ika juga. Setelah itu Akupun dekat dengan Komal, masih sama Baron tetap tidak menyukai Aku dekat dengan siapapun akhirnya Aku ga dekat lagi sama Komal termasuk sahabatku si Widi dia adalah sahabatku dari SMA, dia hampir berantem sama si Baron. Widi ga suka kalo Aku dikekang bukan karena dia mencintai ku tapi karena dia sudah menganggap ku seperti adiknya. (Dalam tahap revisi, sebelum membaca ada baiknya follow aku dulu ya).
Hati yang tak kunjung sembuh by Nurindahaaa
Nurindahaaa
  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Aku adalah Mello yang memiliki cita-cita menjadi seorang pelukis, Aku juga memiliki pasangan yang amat sangat mencintaiku. Hingga suatu saat, mama dan papa ku dikabarkan masuk rumah sakit karena kecelakaan. Kecelakaan itu menyebabkan harta benda orang tuaku terkuras habis hingga tak ada satupun yang tersisa. Setelah beberapa haripun nyawa mama dan papa tak dapat ditolong. Aku tak tau harus bagaimana hidup dijalanan tak semudah perkataan orang. Setelah pacarku mendengarkan berita bahwa hartaku telah terkuras habis, ia pun pergi meninggalkanku. Ia berkata hanya sesaat tak taunya selamanya. Cita-citaku yang menjadi pelukispun pupus, hingga akhirnya aku sadar bahwa hatiku kemarin sedang dilanda hujan, dan hari ini ditambah petir. Aku diharuskan berusaha keras walau hidup sebatangkara.