LFA1011's Reading List
2 stories
Remain Nameless by niniraven22
niniraven22
  • WpView
    Reads 24,703
  • WpVote
    Votes 1,744
  • WpPart
    Parts 32
↢ 𝐓𝐞𝐫𝐣𝐞𝐦𝐚𝐡𝐚𝐧 ↣ [Dramione Story by HeyJude19] ー Bagaimana rasanya? Rasanya seperti Malfoy hampir tidak tertahankan. Dia, dari semua orang, harus menghindarinya. Atau berteriak padanya. Mengutuk dia. Meludah padanya. Keluarkan tongkatnya dan ledakkan Malfoy dari muka bumi. Perasaan bersalah, lega, dan bingung yang hancur seketika saat dia memandang seorang Hermione Granger. Kemonotonan rutinitas sehari-hari Draco telah menjadi garis hidup dan jerat. Tapi kebiasaan baru minum kopi pagi dengan Hermione Granger ini dengan cepat menjadi alasan untuk bangun dari tempat tidur dan sayangnya memaksanya untuk mengevaluasi kembali keberadaannya yang tidak penting. Hermione menjalani kehidupannya dalam potongan-potongan, kepingan terpisah berserakan, dan dia tidak dapat menemukan cara untuk mundur dan membiarkan gambaran utuh terbentuk. Mengapa kopi pagi dengan Draco Malfoy satu-satunya hal yang masuk akal dalam kehidupan sehari-hari nya lagi? ー ❈◉All pictures from Pinterest, and respects for all the best creators◉❈ ー ©Copyright 2020 story by HeyJude19 on Wattpad, FFNET & AO3 *Translated into Bahasa Indonesia by niniraven22 *Amazing cover art created by @eternallyreadinggoodthings on tumblr
Remain Nameless by HeyJude19 (terjemahan bahasa Indonesia) by awuwul
awuwul
  • WpView
    Reads 3,096
  • WpVote
    Votes 297
  • WpPart
    Parts 51
Original link on AO3 : https://archiveofourown.org/works/23875939/chapters/57393508?view_adult=true Cerita ini 100% milik HeyJude19 yang terinspirasi dari J.K Rowling Bagaimana rasanya? Rasanya seperti dia nyaris tidak mampu menjaga dirinya tetap utuh. Dialah dari semua orang yang paling pantas membencinya. Atau meneriakinya. Mengutuknya. Meludahinya. Mengangkat tongkat sihir dan menghempaskannya dari muka bumi. Saat menatap Hermione Granger, yang terasa adalah gabungan menghancurkan dari rasa bersalah, kelegaan, dan kebingungan. Rutinitas harian Draco yang monoton telah menjadi sekaligus penyelamat dan jerat. Namun kebiasaan baru minum kopi bersama Hermione Granger perlahan berubah menjadi satu-satunya alasan untuk bangun dari tempat tidur dan sayangnya memaksanya untuk meninjau ulang arti dari keberadaannya yang selama ini terasa sia-sia. Hermione menjalani hidupnya dalam kepingan-kepingan terpisah, berserakan, tanpa tahu bagaimana caranya mundur selangkah dan melihat keseluruhan gambar. Mengapa justru pertemuan pagi bersama Draco Malfoy yang kini menjadi satu-satunya hal yang masuk akal?