sweetfrisberry
- Reads 8,736
- Votes 929
- Parts 26
Abian pernah berada di titik hidup yang tenang.
seorang istri yang mencintainya tanpa syarat, rumah yang selalu menunggu, dan seseorang yang menyebut namanya dengan penuh kepercayaan. Wina.
tidak ada yang kurang.
yang ada hanyalah egonya yang pelan pelan tumbuh, merasa bosan pada sesuatu yang seharusnya dijaga.
ia mulai menikmati perhatian orang lain.
bukan karena Wina gagal mencintainya, tapi karena Abian lupa bagaimana rasanya bersyukur.
kebohongan kecil ia simpan rapat, meyakini semuanya masih bisa ia kendalikan.
sementara itu, Wina memilih percaya.
bukan karena ia tidak merasakan perubahan, tapi karena ia mencintai Abian terlalu dalam untuk curiga.
baginya, cinta adalah bertahan, bukan menuduh. hingga satu titik, kebenaran tidak lagi bisa disembunyikan.
perselingkuhan itu tidak datang dengan teriakan, melainkan dengan sunyi yang memekakkan.
saat Wina menyadari bahwa kesetiaannya selama ini tidak pernah cukup untuk menahan ego seseorang. tidak ada amarah yang meledak. hanya kelelahan yang mengendap, dan rasa sakit yang tidak tahu harus pergi ke mana.
Wina kalah bukan karena kurang berjuang, tapi karena ia sendirian dalam pernikahan itu.
dan saat Abian akhirnya merasa kehilangan, ia baru mengerti satu hal.
bahwa kesempurnaan yang ia cari di luar, justru telah ia hancurkan dari dalam.
karena tidak semua cinta runtuh karena tidak cukup kuat. sebagian hancur karena dipaksa menanggung kesalahan orang lain.