cattelineya
- Reads 267
- Votes 61
- Parts 11
Teruntuk Tala Amora,
Maaf, saya menggunakan kertas sebagai media atas pembicaraan terakhir kita.
Surat ini ditulis oleh Naba Sabiru, atau seseorang yang sering kau panggil "Bas", juga seseorang yang menyayangimu, seseorang yang suka memperhatikanmu, seseorang yang ingin menjagamu selamanya. Tapi tidak bisa, karena itu surat ini ditulis, jika saya masih bisa melakukan itu, sampai kapanpun saya tidak akan mau menulis surat ini, karena surat ini saya buat setelah saya tahu bahwa saya punya cancer dan sudah stadium 4. Saya minta maaf, karena diakhir pertemuan saya membuatmu marah, saya membuatmu marah pada kenyataan, kenyataan bahwa saya harus meninggalkanmu.
Tala Amora, kau adalah gadis yang kuat, kuyakin kau bisa mengatasi bipolar itu dengan sangat tangguh, jangan menyerah, terus ikut teraphy walau tidak dengan saya, karena pada kenyataannya, untuk selamanya saya tidak akan bisa melakukan itu lagi, saya minta maaf.
Naba Sabiru selalu menjadi Nabastala atau langit yang selalu ada, untuk semua, dan kau, Tala Amora. Seseorang yang menjadi cinta pertamanya setelah 17 tahun, seseorang yang selalu menunjukan kebahagiaan kepada semua orang, dan mengumpat ketika dirinya sedang sedih. Saya senang karena kamu mempercayaiku, untuk menjadi sadaranmu ketika semua orang bersedia untuk itu.
Maaf karena saya tidak menunjukan hidup saya padamu, saya hanya tidak mau kau menjadi terbebani karena itu. Tapi untuk terakhir kalinya, saya akan melakukan itu.
Tala Amora, saya mohon, jangan benci saya, karena saya akan selalu menyayangimu, akan selalu menjagamu, dan akan selalu memperhatikanmu, walau keadaannya memang sedikit berbeda, karena kamu tidak akan lagi bisa melihat saya, dan untuk terakhir kalinya, saya mencintaimu Tala Amora.