rabitbwabwah
- Reads 7,946
- Votes 969
- Parts 46
"Satu poin untuk kemenangan, satu derajat untuk kedaulatan, dan satu hati untuk pengabdian."
Sertu (K) Kirana Maheswari hidup dalam dua dunia yang mustahil disatukan. Di bawah lampu sorot Istora dan stadion-stadion elit dunia, ia adalah sang "Srikandi Laut" atlet tunggal putri kebanggaan Indonesia yang selalu tenang mematikan lawan dengan raketnya. Namun, saat seragam atlet ditanggalkan, ia kembali menjadi prajurit TNI AL yang berkutat dengan percikan api las dan cetak biru kapal perang di galangan PT PAL.
Bagi Kirana, hidup adalah tentang presisi. Satu sentimeter meleset di lapangan berarti kekalahan. Satu milimeter salah dalam desain propulsi kapal berarti kegagalan negara.
Semuanya berjalan sesuai rencana, hingga ia melangkah ke kediaman Kertanegara untuk sebuah tugas rahasia. Di sana, ia bertemu dengan Mayor Teddy Indra Wijaya.
Ajudan Menteri Pertahanan itu adalah definisi dari ketegasan dan protokol hidup. Dingin, tak tersentuh, dan selalu waspada. Bagi Teddy, Kirana adalah sebuah anomali prajurit bintara yang memiliki otak sekeras baja namun gerak sehalus sutra di lapangan badminton.
Teddy bertugas melindungi aset negara, dan Kirana adalah salah satu aset paling berharga yang pernah ia temui. Namun, bagaimana jika tugas profesional itu perlahan berubah menjadi keinginan untuk melindungi secara personal?
Di antara jadwal turnamen dunia yang padat, rahasia pertahanan negara, dan tekanan protokoler yang mencekik, Kirana dan Teddy harus mencari tahu Apakah ada ruang bagi rasa di tengah pengabdian yang tak kenal waktu?
"Izin, Pak Seskab. Saya jauh lebih tangguh daripada baja buatan PT PAL."
"Saya tahu, Kirana. Karena itu, saya tidak akan membiarkanmu berjuang sendirian."