HugoSidharta's Reading List
41 stories
Kembalinya Ilmu Ulat Sutra (Huang Ying) by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 36,381
  • WpVote
    Votes 652
  • WpPart
    Parts 15
Catatan Penulis (Huang Ying) Beberapa tahun yang lalu aku pernah menulis sebuah buku berjudul 'Tian-can Pian' (Pendekar Ulat Sutra) sebenarnya strukturnya sangat padat. Tapi ketika ingin menyusun kembali menjadi sebuah film, setelah mengurangi dan menambahkan masukan dari beberapa orang maka penyusunannya menjadi kurang bersemangat. Sebab kadang-kadang aku masih terasa ketinggalan jaman, kadang-kadang juga karena ada alasan lain, maka aku mengubah dan mengubah lagi, terkadang dengan cerita awalnya menjadi lain. Sebenarnya Tian-can-sin-kang (Ilmu lwee-kang Ulat Sutra) ini ilmu silat apa? Dan dari perkumpulan mana ilmu ini datangnya? Aku punya pikiran aneh, maka aku merangkainya menjadi sebuah cerita dan kuberi nama 'Pian-si-liong' (Naga Berubah Warna), tapi karena ada bermacam-macam alasan di antaranya ada perasaan kecewa dengan sifat manusia, maka aku lama tidak meneruskan penulisannya. Suatu kali secara tidak sengaja aku menyampaikan keinginanku kepada pemimpin sebuah perusahaan film, bahwa aku bermaksud menyusun cerita ini menjadi sebuah film, nyata hal ini membuat semangat menulisku jadi berkobar kembali. Setelah beberapa kali mengoreksi jadilah serangkaian cerita padat. Mungkin ini bukan cerita yang sangat bagus, tapi aku percaya masih berharga untuk dibaca, sebab ini adalah karya dari seorang penulis buku silat yang telah menulis selama 10 tahun lebih. Aku yakin aku tepat memilih topik kali ini. Sebuah cerita silat yang belum pernah dibaca oleh pembaca. Tokoh yang sangat dikenal pembaca hanya satu... Wan Fei Yang.
Si Kaki Sakti Menggemparkan Dunia Persilatan by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 29,577
  • WpVote
    Votes 542
  • WpPart
    Parts 35
Di jaman Ahala Ceng, yaitu pada masa kaisar-kaisar Boan-ciu berkuasa di Tiongkok, di kalangan Kang-ouw banyak terdapat jago-jago silat yang nama-namanya sangat masyhur di seluruh negeri. Salah seorang antaranya adalah Sin-tui Lie Poan Thian, yang ilmu tendangannya sangat dimalui orang, sehingga ia memperoleh nama julukan Sin-tui tadi, yang dalam bahasa Indonesia berarti si Kaki Sakti. Adapun Lie Poan Thian ini asalnya orang residensi Cee-lam dalam propinsi Shoa-tang, putera tunggal dari Lie Tek Hoat, seorang pabrikan beras yang kaya raya. Nama Poan Thian yang sebenarnya ialah Lie Kok Ciang, tetapi dari sebab belakangannya ia telah menjagoi di daerah lima propinsi utara dari Tiongkok, yaitu Shoa-tang, Ho-lam, Ho-pak, Siam-say dan Shoa-say yang lazim disebut orang "Separuh Jagat", (sedangkan seluruh Tiongkok disebut "Seluruh Jagat"), maka nama aslinya lambat-laun telah dilupakan orang dan berganti menjadi Lie "Poan Thian", yang berarti orang she Lie yang menjagoi di separuh jagat Tiongkok.
Serial Iblis & Bidadari - ASKPH by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 63,114
  • WpVote
    Votes 1,337
  • WpPart
    Parts 55
Serial Iblis dan Bidadari terdiri atas dua buku, yaitu : Iblis dan Bidadari Lembah Selaksa Bunga Nyo Siang Lan yang di dunia kang-ouw terkenal dengan julukan Hwe-thian Moli (Iblis Betina Terbang), adalah seorang tokoh kang-ouw yang selain tinggi ilmu silatnya, juga terkenal liar dan ganas sekali. Gadis berusia sekitar dua puluh satu tahun ini adalah murid mendiang Pat-jiu Kiam-ong. Bersama sumoinya Hwe-thian Sianli (Bidadari Terbang) Ong Liang Hong, puteri kandung gurunya itu, ia melakukan balas dendam dan membunuh musuh-musuh besar Pat-jiu Kiam-ong yang dibunuh secara curang oleh para musuhnya ......
Pedang Naga Kemala - ASKPH by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 306,944
  • WpVote
    Votes 5,286
  • WpPart
    Parts 197
Cerita Pedang Naga Kemala mengisahkan tentang asal - usul Ong Siu Coan yang kelak akan menjadi pemimpin Pemberontakan Taipeng pada tahun 1850 - 1864. Pedang Naga Kemala (Giok Liong Kiam) adalah pusaka Perkumpulan Thian Te Pai (Perkumpulan Langit dan Bumi) yang menjadi lambang tanda kuasa Bulim Bengcu (Ketua Dunia Persilatan). Pedang tersebut terbuat dari Batu Kemala Hijau yang berukir naga yang amat indah. Ternyata di dalam gagang Pedang Naga Kemala terdapat rahasia tempat penyimpanan benda- benda pusaka. Terjadi pergolakan di dunia persilatan untuk memperebutkan pedang sakti tersebut. Apakah Ong Siu Coan mampu memperoleh pedang tersebut dan mengungkap rahasia yang tersembunyi di balik pedang tersebut?
Pendekar Blo'on by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 170,618
  • WpVote
    Votes 2,436
  • WpPart
    Parts 46
"Hai, sekarang aku tahu namaku!" bukan jawab pertanyaan tetapi blo'on itu malah berteriak semaunya sendiri. "Siapa?" seru dara itu yang tanpa disadari ikut terhanyut dalam gelombang keblo'onan. "Wan-ong-kiam !" Walet Kuning terkejut, hampir tertawa tetapi cepat menyengir, "Jangan gila-gilaan! Engkau tahu apa artinya Wan-ong-kiam itu?" Pemuda blo'on gelengkan kepala. "Wan-ong itu artinya penasaran dan kiam Itu pedang." "Apakah maksudmu memakai nama itu?" "Entahlah aku tak tahu. Aku menemukan Wan-ong-kiam dan nama itu terus kupakai. Aku tak peduli apa artinya. Pedang Penasaran atau Pedang Buntung, itu bukan soal. Engkau boleh panggil begitu atau kalau keberatan, panggil saja Wan-ong atau Ong-kiam atau apa saja yang engkau senangi ..." Si dara tak mau melayani ocehan pemuda blo'on yang makin tak keruan itu. la menuding dan membentaknya dengan marah: "Engkau pembunuh suhu..." Belum nona itu menyelesaikan kata-kata, pemuda bloon sudah menukas : "Tidak . . . !" "Bangsat, serahkan jiwamu !" tiba-tiba Si Rajawali Mata Biru loncat menyerangnya lagi. Selama su-moaynya sedang bicara dengan pemuda blo'on, dia menghampiri dan memeriksa mayat suhunya. Ketika memeriksa tanaman mustika Liong-si-jau telah lenyap, ia makin terkejut. Tepat pada, saat itu ia mendengar pemuda blo'on mengatakan bernama Wan-ong-kiam. Padahal iapun membaca tulisan pada pedang yang menancap dipunggung suhunya itu berbunyi Wan-ong-kiam. Ya, jelaslah kalau pemuda blo'on itu yang membunuh suhunya. Maka cepat ia loncat menyerangnya. Karena ketakutan pemuda blo'on itu loncat ke samping, maksudnya hendak menghindar. Tetapi entah bagaimana gerak loncatannya itu sedemikian pesat sehingga ia tak dapat menguasai diri dan membentur karang. Dukkkk...! "Aduh!" ia jatuh terduduk, menjerit kesakitan seraya mendekap dahinya yang benjol berdarah.
Legenda Golok Halilintar - Lan Li by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 133,474
  • WpVote
    Votes 2,369
  • WpPart
    Parts 33
Halilintar memecah di langit yang berwarna kelam abu-abu dan menghantam bumi! Getaran bunyi halilintar yang mengelegar-gelegar dahsyat bergentayangan di celah-celah lembah gunung lama sekali hilangnya. Kilatan cahaya yang datangnya hanya sekilas, menerangi tiga macam barang yang membuat orang miris, di atas bukit tunggal yang menyerupai kepala botak dewa Lohan. Golok panjang yang putus, pedang yang patah, busur panah yang cacad. Golok panjang yang putus, hanya menyisakan bagian kira-kira dua cun dari ujung goloknya, tetapi di atas puncak menusuk tanah batu yang kerasnya bagaikan emas dan besi di atas, ekor pitanya berwarna merah darah mencolok berkibar di terpa angin, gagang golok tersebut berbeda dengan yang lain, besarnya sama dengan jari tangan anak-anak, kelihatan terbuat dari bahan yang empuk, sekarang berdiri dengan tegak.
Maling Budiman Berpedang Perak (Gin Kiam Gi To) - ASKPH by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 13,561
  • WpVote
    Votes 217
  • WpPart
    Parts 6
Siok Lan teringat dan wajahnya berseri. Ia tidak merasa malu lagi setelah mendengar Tan Hong bicara kepadanya. Ia lalu mengangkat muka memandang kepada ayahnya dan Ong Kai dan berkata, "Ayah, sebelum aku menyatakan pesan keluarga Lai, terlebih dulu hendak kuceritakan tentang sepak terjang gagah perkasa dari Ongsuheng yang menolong seorang gadis bernama Lai siocia!" Kemudian dengan singkat Siok Lan menceritakan peristiwa penculikan Lai Hwa Eng dan bagaimana dengan gagah Ong Kai menolong gadis itu. "Dan sebelum kami bertiga meninggalkan rumah keluarga Lai, aku mendapat tugas untuk menjadi perantara dan menjodohkan Lai Hwa Eng dengan Ong suheng!" Muka Ong Kai yang sudah hitam itu menjadi makin hitam ketika darah menyerbu naik ke mukanya. Ia pandang sumoinya dengan mata terbuka lebar, setengah tidak percaya dan setengah marah. Akan tetapi Siok Lan tidak memperdulikannya, lalu berkata selanjutnya, "Dan Lai Wangwe suami isteri minta supaya hal ini kumintakan perkenan dari ayah sebagai guru dan wali Ong suheng." Lo Cin Ki tertawa geli. "Aah, kalian anak-anak muda ini memang aneh! Bagaimana menurut pandanganmu, Lanji? Apakah Hwa Eng itu seorang gadis baik?"
Pendekar Cengeng by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 132,461
  • WpVote
    Votes 2,479
  • WpPart
    Parts 51
Pendekar yang di juluki Pendekar Cengeng selalu mengacau di Thian-an-bun yang di bantu oleh pendekar wanita Dewi Suling. Bagaimanakah pendekar tersebut mendapat julukan Pendekar Cengeng dan siapakah nama aslinya penasaran bisa di baca dalam Kisah Pendekar Cengeng?
Serial Pendekar Sakti / Bu Pun Su Lu Kwan Cu by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 290,500
  • WpVote
    Votes 3,127
  • WpPart
    Parts 54
01. Pendekar Sakti 02. Dara Baju Merah (Ang I Nio cu) 03. Pendekar Bodoh 04. Pendekar Remaja Lu Kwan Cu adalah nama asli Pendekar Sakti Bu Pun Su, tokoh sentral di serial ini, guru dari Pendekar Bodoh Sie Cin Hai dan wanita sakti Ang I Nio-cu. Ilmu silatnya yang hebat adalah kemampuannya untuk mengerti inti sari dari ilmu-ilmu lawannya. Dengan cara ini ia dapat menirukan jurus-jurus lawan untuk kemudian melihat kelemahan-kelemahannya dan mengalahkannya. Ilmunya yang tersohor adalah Pek-in Hoat-sut dan Kong-ciak Sin-na. Sangat arif dan bijaksana, budiman meski terkesan keras terhadap kejahatan. Meninggal di usia senja setelah mewariskan seluruh kepandaiannya kepada Sie Cin Hai.
Pedang Keramat (Thian Hong Kiam) - ASKPH by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 46,157
  • WpVote
    Votes 707
  • WpPart
    Parts 11
Kaisar Tang melarikan diri dan pasukan petani memasuki ibukota Cang-an, disambut oleh penduduk dengan gembira dan penuh harapan. Pada waktu itu, Liu Mo Kong mengajak puterinya pergi meninggalkan istana. Biarpun dia menjadi kepala bagian bendahara raja, namun ia tidak mau membawa barang-barang istana, kecuali sebatang pedang, karena menurut kepercayaan keturunan raja-raja dulu, pedang inilah yang menjadi bukti dan yang mengesahkan kedudukan raja yang memerintah di daratan Tiongkok, di antara pusaka-pusaka keraton lain. Pedang ini adalah pedang Thian Hong Kiam. Cerita ini merupakan hasil karya pengarang besar Asmaraman S. Kho Ping Hoo tahun 1966.