PujaKelana_
- Reads 576
- Votes 29
- Parts 19
Perhelatan pembantaian semalam Marga Banggala yang seluruhnya hampir dibunuh dengan kejam, berdarah-darah, menimbulkan berbagai pertanyaan yang tak menemukan jawaban.
Tapi tidak sepenuhnya Marga Banggala habis tak bersisa binasa, masih ada anak lelaki yang nanar menatap hidupnya kini takkan pernah sama lagi. Dendam kesumat tumbuh cepat di hatinya ingin sekali dibalasnya. Namun, kepada siapa ia harus bertanya dalang dibalik semuanya bila bukan harus mencari tahu sendiri kebenarannya?
Dilakukannya perjalanan ke Hutan Terlarang, meskipun dengan segala bahaya. Tapi apalah daya selain pergi ke sana, penyamun itu mengetahui keberadaannya.
"Jangankan untuk mengeluh, mati pun kali ini aku takkan sudi!"
(Peringatan keras! Ini adalah karya asli original saya, Puja Kelana. Selain itu plagiat!)