FitriSriMulyati7
Aku masih ingat hari itu-saat pertama kali aku melihatnya. Dia berjalan melewatiku dengan tawa yang memecah sunyi, seperti sinar matahari menembus kabut pagi. Aku, seorang gadis yang hanya berani mencuri pandang dari balik keramaian, tak pernah berpikir akan punya keberanian untuk bicara, apalagi bermimpi lebih jauh.
Dia adalah mimpi yang terlalu indah untuk kugapai, sementara aku hanyalah penonton dari kejauhan. Tapi takdir memiliki caranya sendiri.
Bertahun-tahun kemudian, di tengah hidup yang terus berjalan tanpa henti, aku berdiri di depan cermin mengenakan gaun putih sederhana. Hatiku berdebar saat pintu kamar terbuka, dan dia masuk dengan senyuman yang selalu berhasil membuatku lupa bernapas.
"Siap, fit?" tanyanya ringan, seolah semua ini adalah hal yang biasa. Tapi tidak bagiku. Tidak ketika pria yang dulu hanya bisa kutatap dari jauh kini berdiri di sampingku, menggenggam tanganku, dan bersiap mengucapkan janji seumur hidup.
Tak pernah terbayang, bahwa dia, yang dulu hanya sebuah mimpi, kini menjadi kenyataan dalam hidupku.