FirashAl's Reading List
4 stories
240 Hari Menunggu Cinta by viveramia
viveramia
  • WpView
    Reads 967,204
  • WpVote
    Votes 10,054
  • WpPart
    Parts 11
Bagiku, perempuan itu harus kuat. Dia harus bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Bagiku, perempuan itu harus mandiri finansial. Dia harus bekerja untuk bisa menghidupi dirinya sendiri. Bagiku, perempuan itu harus tegas. Dia harus bisa berkata tidak pada kesewenang-wenangan. Bagiku, perempuan itu berharga. Dia harus bisa menjaga harga dirinya. Bagiku, perempuan itu pengambil keputusan. Bukan sekedar pajangan yang bisa di taruh dan dibuang sesuka hati. Lalu kamu datang. Perlahan menggoyahkan prinsip yang selama ini aku pegang. Kamu datang. Mengusik hatiku. Lalu pergi...
Internal Love by HaniAqmarina
HaniAqmarina
  • WpView
    Reads 2,567,905
  • WpVote
    Votes 255,759
  • WpPart
    Parts 33
[Medical Content] Love is not just a word. You will know until you read this story till the end. Kisah ini bermula di Rumah Sakit Fatmawati. Antara dua manusia yang berbeda sifat namun berusaha saling memahami dalam diam. Dari sini terbukti, bahwa cinta tak hanya sekedar kata-kata. It's totally deeper than we know. *** Beberapa adegan dalam cerita adalah true story berdasarkan pengalaman author saat koas di Rumah Sakit Fatmawati.
Sillage (Doctor Soldier Romance) by kinkaaa
kinkaaa
  • WpView
    Reads 9,806,235
  • WpVote
    Votes 809,128
  • WpPart
    Parts 36
"Seperti Ibram yang kerap datang dan pergi, meninggalkan jejak kehadirannya di setiap sudut apartemenku, di sweater yang selalu menemaniku tiap malam hingga terlelap, ia juga meninggalkan kesan mendalam di dalam hatiku. Bahkan sejak awal kami bertemu. If a perfume has its own Sillage, Ibram definitely has the best one." - Alina
Progressnya Berapa Persen? (SUDAH TERBIT) by Levitt1806
Levitt1806
  • WpView
    Reads 2,339,055
  • WpVote
    Votes 93,730
  • WpPart
    Parts 32
April, seorang staf di sebuah kantor konsultan di bidang konstruksi, harus menahan sabar setiap kali para petinggi di kantor menanyakan satu pertanyaan yang paling dia benci di dunia. "Progressnya berapa persen?" Kalau melebihi progress rencana sih syukur Alhamdulillah. April akan menyebutkan angka tersebut dengan senyum semanis madu. Yang membuat kepalanya pusing adalah jika progress mundur dan Dewangga, sang manajer teknik di kantornya, akan mempertanyakan penyebab kemunduran itu pada APRIL, bukan pada team leader atau pengawas lapangan. Tidak masuk akal, tapi tentu saja, April harus tetap menjawabnya.