dyekeayu_
Kylie memang menerima perilaku ayahnya yang bisa dilihat dari sudut manapun 'bahwa ayahnya lebih sayang pada adiknya selena', tidak apa apa walaupun rasanya ia ingin berteriak di tengah tengah kota bahwa dia juga anaknya, darah dagingnya.
Kakak pertamanya, Raphael. juga tidak pernah mengaggapnya ada. Tidak pernah mau berbicara dengannya, tidak pernah mau makan semeja dengannya, bahkan ada kejadian, yang membuat kakaknya terpaksa menjemputnya. Tetapi selena waktu itu juga sedang tidak ada jemputan, hasilnya. Dia disuruh menunggu hingga hujan, tanpa ada pesan dan berakhir menelfon Henry, sahabatnya.
Dia masih berfikir bahwa suatu saat nanti, ayahnya dan kakaknya akan menyayanginya, Tetapi tidak, ia di hancurkan kenyataan perintah ayahnya setelah ia mengungkapkan pengakuannya, dengan mengirimnya jauh ke luar negeri dengan alasan "Supaya kau sadar, dan jangan bertindak tidak masuk akal"
Tepat malam kepergiannya datang. Malam penuh penolakan yang telah menyakiti dia sedalam dalamnya, kepada ibu nya dia mengadu pun tidak lagi di dengar.
Kepada pria satu satunya yang berhasil membuatnya jatuh cinta..
Sekali lagi, dan untuk yang terakhir kalinya, permintaan nya tidak pernah di dengar.
Setelah hari itu, mereka semua tidak pernah mendengar kabar lagi dari seorang kylie el Albert.
Dia benar benar telah pergi.
Meninggalkan sejuta kesakitan yang membuatnya kehilangan rasa empati.