kanayaadelia's Reading List
2 stories
Vriend [Selesai] by Exsalind
Exsalind
  • WpView
    Reads 843,715
  • WpVote
    Votes 40,058
  • WpPart
    Parts 49
#108 dalam sahabat [13/08/2018] #137 dalam sahabat [11/08/2018] #01 dalam Friendzone (24/02/2019) dari 11,7 ribu cerita [BELUM DIREVISI] Aretha Khanza Pramudita dan Adelard Verro Richardo bersahabat sejak berusia 10 tahun. Berawal dari Verro yang menolong Aretha, mereka akhirnya bersahabat sampai kini usia mereka 17 tahun. Verro selalu ada untuk Aretha. Aretha selalu bersama Verro dimanapun berada. Ada Verro ada Aretha, begitupun sebaliknya. Mereka layaknya seorang kekasih. Namun, sebenarnya mereka hanya bersahabat saja. Ada orang-orang yang mendukung Aretha dan Verro untuk berpacaran. Namun, juga ada orang-orang yang tak suka jika Verro bersama Aretha. Tanpa Verro tahu, Aretha menyimpan rasa yang tak seharusnya ada dalam persahabatan mereka. Dan kehadiran orang baru di kehidupan mereka membuat Aretha harus menerima semua luka. Mampukah Aretha melewatinya? Apakah Aretha akan bahagia bersama Verro? Ataukah ia akan melupakan rasa itu dan menjalani kehidupan yang baru? ©copyright by Exsalind 8 Januari 2018 s/d 8 Juni 2018
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
DianYustyaningsih
  • WpView
    Reads 27,400,032
  • WpVote
    Votes 1,666,239
  • WpPart
    Parts 93
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.