langit789's Reading List
2 stories
Sembilan Puluh Menit dan Hujan (Tamat) by algabiru_full
algabiru_full
  • WpView
    Reads 649
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 6
Janji tetap janji. Hujan turun mengiringi doa-doa. Andai dosamu sebanyak itu. Masih sanggupkah engkau menunda? . . . Cerita pendek religi. Selamat meresapi makna!
Bertemu Bidadari by RatuRianti
RatuRianti
  • WpView
    Reads 1,378
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 41
~ Ujung Senja ~ 1 By. Ratu Rianti Matahari belum sempurna menampakkan wajah, udara masih dingan, sisa hujan semalam. Rama masih enggan menanggalkan jaket, ia memeluk dua dengkulnya, pagi ini ia mendapat tugas dari bapak untuk membantu mengecek saluran air di sawah, khawatir air menggenangi tanaman pagi mereka. "Rama, ayo segera berangkat, bapak mu sudah menunggu di sawah" tegur ibu. "Iya bu ..." Jawab Rama, sambil beranjak dari tempat duduk. "Rama berangkat bu ..." Pamit, sambil mencium punggung tangan ibu. Rama mengucap salam. Rama Aditya adalah anak laki-laki pasangan pak Sastra Suwita dan bu Rahmayati. Gante8ng, kalem dan lembut sifatnya. Rambut agak ikal, atletis dan sehat. Baca buku adalah kegemarannya. Masih kuliah, di sebuah perguruan tinggi yang tidak jauh. Tempat tinggal mereka di pinggir kota, tempat yang indah dan sejuk. Jika ke kota hanya 30 menit perjalanan naik motor. Perkampungan yang ramai, tetapi tidak bising. Setiap rumah berbaris rapi, memiliki taman-taman yang asri dan sederhana tapi begitu mempesona. "Ya, ati-ati le ..."* jawab ibu, sambil menatap Rama dengan penuh kasih sayang. Rama mengambil sepeda, di kayuh menuju sawah. Ibu mengantarkan sampai pintu sambil menatap Rama hingga tak terlihat. "Assalamu'alaikum..." Rama menemui bapak. "Wa'alaikumsalam" jawab bapak " Mana yang bisa Rama kerjakan pak" "Itu sebelah sana, coba cek aliran airnya, pastikan tidak tersumbat rumput, karena kalau tersumbat airnya akan terus menggenang menutupi daun padi," Jawab bapak sambil menunjuk ke arah yang di maksut. Rama pun dengan sigap mendatangi lokasi yang di tunjuk, masih segar diingatan, dulu waktu kecil, jika diajak kesawah ia senang sekali, karena bisa mencari belut, keong, capung, jangkrik, dan bisa berlarian bebas. Berbeda dengan sekarang, jika kesawah sudah dipastikan untuk membantu menyiangi rumput, nyemprot hama atau hanya sekedar mengusir burung. Semua menyenangkan. Bersambung ... Balam. Senin, 30072018 14:28