Molekul_Atom
dibawah bulan minggu malam, suasana mengundang canda tawa bersama gadis manis nan pendiam ceria.
keluguan kekanak - kanakannya mengundang hati untuk menghiburnya, dalam lamunannya ku terka dalam ramalan - ramalan dugaan tanpa mantra dewa - dewa.
setiap kalimat ketakutan yang terlontar dari mulutnya mengetuk jiwa yang telah lama kosong menjadi subur yang kian lama telah mengering.
sosoknya menjadi seribu tanda tanya dalam ramalan - ramalan yang akan membawa setiap sujud melontarkan namanya dalam bait - bait tuhan.
entahlah, entah bagaimana cara bulan mengajak canda dan tawa malam itu, entah bagaimana juga ia mengundang mesra di bawah biasan cahayanya.
padahal air sudah lupa bagaimana mengalir ke sela sukma jiwa, tetapi tiba - tiba saja sepi membentang pembuangan sunyi menjadi ramai dalam ruang nurani.
semua sangat menjadi kalut balut saat sentuhan tangan dibalik keriangannya mengundang kecerobohan hati untuk tersungkur jatuh.
sungguh duka serta luka berdiri tegak di hadapan rindu yang akan segera menjelma.
nurani seperti dikutuk gelisah, pikiran di jeruji resah ketakutan duka mengawang dalam pelarian menghilang, sedangkan kehendak ingin terus dapat kabar baik dari penjantan cantik nan manis.
percakapan nan sementara ternyata mengubur rasa nan dalam yang memupuk sari - sari cinta pada pandangan semu di cerita yang akan datang....
aku jatuh cinta bunga