@Marta Senja
2 stories
NYAMAN by MartaSenja
MartaSenja
  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 7
Entah bagaimana awalnya aku dapat merasakan kenyamanan yang bahkan aku belum pernah bertemu dengannya. Dia seorang lelaki yang humoris. Selalu mempunyai topik yang menarik. Tanpa sadar aku tertawa sendiri saat membaca chat darinya. Bagaimana perasaanmu jika kamu merasa nyaman pada seseorang. Yang bukan siapa - siapa mu? Takut kehilangan? Takut dia pergi? Tentu saja. Namun apakah kamu punya hak untuk itu? ***** Aku pernah nyaman dengan seseorang, benar - benar nyaman hingga aku merasa takut kehilangannya. Dan apa yang aku takutkan pada saat itu, sekarang benar - benar terjadi. Sedih? Iya. Kecewa? Tentu. Kenapa(?) Dia kan bukan siapa - siapa mu? Itu karena aku telah berharap lebih padanya. Dan itu semua salahku sendiri. Aku sadar. Dan untuk kamu yang telah pergi, terima kasih telah menemaniku walau hanya sementara. Terima kasih karena telah mengukir cerita, dan melukis tawa dalam hidup ku. Sehingga aku dapat merangkai kisahku dalam cerita ini. *****
TWILIGHT LOVE by MartaSenja
MartaSenja
  • WpView
    Reads 758
  • WpVote
    Votes 198
  • WpPart
    Parts 20
'SAHABAT' iya sahabat. Tentu kalian sudah tau apa itu sahabat. Pernahkah kalian berpikir jika persahabatan kalian akan long last sampai kakek nenek? Atau malah berpikir bahwa persahabatan itu hanya sementara karena pada akhirnya mereka akan meninggalkan kalian satu persatu(?) Jika mereka pergi, kalian akan memilih dengan cara yang halus atau yang kasar? Iya. Kalian bisa memilih tapi apakah pilihan itu akan menjadi kenyataan? Semoga. Pernahkah kalian dihianati sahabat yang sudah kalian anggap seperti keluarga sendiri? Jika pernah bagaimana rasanya? Tentu sangat sakit dan kecewa bukan(?) **** Ini tidak bercerita tentang persahabatan yang sempurna ataupun keluarga yang sempurna. Tapi walaupun tidak sempurna, mereka mampu membuat persahabatan mereka menjadi sebuah kenangan yang tidak mampu untuk di lupakan. Dan yang akan di ceritakan pada anak cucu mereka kelak. **** Sebuah kisah yang sering di alami para remaja milenial -tak ada persahabatan yang instan, persahabatan pun tidak bisa di beli dengan uang. Semua butuh proses dengan hati-