anisanurazizahmaliq
S E W I N D U
Gelap! Satu kata yang dapat mendeskripsikan ruang hampa dalam relung hatiku. Delapan tahun kegelapan itu hadir didampingi kedinginan hidup yang memberikan segudang teka-teki.
Tatkala ibuku kecelakaan, katanya. Entahlah, aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, yang jelas ibuku meninggal. Dari sinilah angin malam itu berhembus, menerjang satu tubuh yang rentan terhadap angin yang begitu dingin. Hingga pada suatu hari lilin itu menyala dengan sendirinya. Menampakkan sejuta puzzle yang berserakan.