Alfinn__'s Reading List
3 stories
Difficult Feeling (End) (Pindah Ke Dreame) by s_uci17
s_uci17
  • WpView
    Reads 165,167
  • WpVote
    Votes 2,360
  • WpPart
    Parts 6
(slow update) Ini tentang Biarezka Ardilla Zora, gadis 16 tahun hidup dalam bayangan saudara kembar nya. Hidup mandiri, tanpa kasih sayang kedua orang tua adalah makanan sehari-hari nya. Masalah, sudah dia jadikan teman yang menemani setiap langkah nya. #45 on student (27/01/19)
Assalamualaikum Almeera (SELESAI) by Neliyssaa
Neliyssaa
  • WpView
    Reads 5,403,498
  • WpVote
    Votes 433,369
  • WpPart
    Parts 103
Bagi Aldrich Adyastha yang memiliki segalanya, memenangkan pertaruhan dengan ketiga sahabatnya untuk mendapatkan seorang Azkayra Almeera tentu bukanlah perkara sulit. Cukup petik jari, sudah dipastikan gadis itu bertekuk lutut di bawah kakinya. Setidaknya itulah yang terbersit di benaknya-atau itulah yang biasanya terjadi dengan perempuan-perempuan diluar sana. Tapi ternyata gadis yang satu ini berbeda! Hampir sebulan Aldrich mencoba menaklukkan sang dokter cantik berjilbab lebar ini, tapi yang terjadi malah dirinya sendiri yang dibuat kalang kabut. Almeera kebal dari segala pesonanya yang tak tertolak, tapi syaraf Aldrich tak mampu bekerja hanya karena senyum gadis itu. Seiring waktu berlalu dan deadline hampir tiba di depan mata, jangankan jatuh cinta, menatapnya lebih dari lima detik saja gadis itu enggan! Sialan! Hidupnya jungkir balik hanya karena seorang Azkayra Almeera. Nasib resortnya juga terancam jika ia kalah taruhan! __________________________ "She is the definition of true happiness..." - Aldrich CERITA INI SUDAH TERBIT VERSI CETAK! UNTUK PEMBELIAN BUKU HUBUNGI 0853-4283-8606 TERIMA KASIH :)
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
DianYustyaningsih
  • WpView
    Reads 27,404,428
  • WpVote
    Votes 1,666,415
  • WpPart
    Parts 93
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.