serenagenevieve0
- LECTURAS 3,356
- Votos 450
- Partes 14
Seraphine Aurelia Valemont, putri seorang baron, pernah percaya bahwa cinta adalah alasan yang cukup untuk mengorbankan segalanya. Demi tunangannya, Kael Lucien Ravenhall-anak haram Duke Ravenhall-Seraphine menodai tangannya dengan darah dan intrik. Ia menjadi bagian dari konspirasi yang menjatuhkan Duke Ravenhall beserta pewaris sahnya, membuka jalan bagi Kael untuk mendekati kekuasaan yang sejak awal bukan miliknya.
Namun ketika ambisi itu hampir terwujud, Seraphine justru ditinggalkan.
Ia dijadikan kambing hitam atas seluruh kejahatan yang dilakukan atas nama cinta. Pertunangannya dibatalkan, posisinya direnggut, dan tempatnya digantikan oleh saudara kembarnya sendiri, Selene Cordelia Valemont-perempuan yang lebih mudah diterima oleh dunia bangsawan karena tangannya tidak pernah ternoda.
Seraphine dijatuhi hukuman mati sebagai pembunuh keluarga Ravenhall. Ia menghadapi ajalnya sendirian, tanpa pembelaan, tanpa penyesalan-percaya bahwa kematian adalah harga terakhir dari pilihannya sendiri.
Namun kematian bukanlah akhir.
Seraphine membuka mata di masa lalu, sebelum pertunangan, sebelum pengkhianatan, sebelum satu pun darah tertumpah. Diberi kehidupan kedua, Lady Seraphine Aurelia Valemont mengambil satu keputusan sederhana namun mutlak: ia tidak akan pernah lagi menjadi alat ambisi siapa pun.
Di kehidupan ini, ia menjaga jarak dari masa lalu yang pernah menghancurkannya dan melangkah dengan lebih hati-hati. Di saat yang sama, ia mulai menyadari bahwa ada kebenaran yang dulu luput dari perhatiannya-tentang orang-orang yang ia anggap musuh, tentang pilihan yang tak pernah ia pertimbangkan, dan tentang takdir yang ternyata bisa ditulis ulang.