BagasAdiPutra13
Besoknya, kita beneran bolos sekolah bareng. Jalan-jalan diatas trotoar dipinggir jalan, menikmati susana kota sambil ngobrol. Lama-lama kita mulai saling terbiasa. Gue pun cerita kalau gue sebenernya udah di keluarin dari sekolah. Dia sedikit shock dengernya, tapi nggak berlebihan dan malah ngasih semangat untuk terus maju, Erlita orang yang baik.
Erlita bilang kalau dia mulai tertarik sama gue sejak acara jurit malem di sekolah. Gue yang nggak percaya pun bertanya "Kenapa sih, lo tertarik sama gue, padahal gue nggak cakep-cakep amat. Kaya juga nggak, baik... juga nggak. Kenapa sih?"
Dia tersenyum "Kalo lo cakep trus gue suka sama lo, itu artinya gue nafsu. Kalo lo tajir trus gue suka sama lo, itu artinya gue matre." Erlita megang pundak gue, kemudian bilang "Nggak tahu kenapa, ketika ngeliat lo hati gue rasanya nyaman. Sama kayak yang lo rasain semalem."
Gue tersipu, mulut gue kaku. Jantung gue berdetak cepat.
"Mungkin mulai nanti malem dan seterusnya, bukan tidur yang bikin aku mimpi, tapi kamu" Kata Erlita sambil tersnyum manis.
Pohon-pohon sedikit bergoyang tertiup angin, daun keringnya beguguran. Jalan raya di samping kita mulai di padati aktifitas orang-orang yang sibuk. Cuitan burung pipit yang saling bersautan seakan memeriahkan suasana pagi yang menyenangkan. Gue memandangi Erlita yang tersenyum, rambutnya melambai tertiup angin. Saat itu dia keliatan anggun dan cantik banget.