👻
2 stories
Kelas A [End] by Lina_Dianita
Lina_Dianita
  • WpView
    Reads 1,747,261
  • WpVote
    Votes 173,583
  • WpPart
    Parts 34
Vlo mendapat kejutan luar biasa di tahun ajaran baru. Ia dipindahkan ke kelas unggulan yang misterius yang bahkan tempatnya di sendirikan dari kelas lain. Kelas yang penghuninya saja tidak diketahui bagaimana bentuk dan rupanya. Dan sekolah tak pernah lagi terasa sama seperti sebelumnya. **Komentar pembaca 😍 🌠"TERBAIKKKK .. TERKERENN .. TERHARU BGT GUEEE .. cerita nya MANTAPPPPPP .. Whoaaaaaaaaaa Gak bisa bilang apa apa lagi .." 🌠"Gemas aku tuh sama authornya yang buat story keren bedd." 🌠"Berjalan seperti film di otakku." 🌠"Ah thor, aku sampek ngga tau mau nulis apa, sumpah part ini (19) mrk keren bgt." 🌠" Gmna sihh crtanya sampe author bisa punya imajinasi senyata ini??? Aku sampe ngg bisa berkata2 lagii... 😅😅 Ngga sia2 aku nungguin, thor.. Puas sma karya2mu.. Makin love-love deh.. 😘😘😘." Terimakasih semua.. yang komentarnya ga di pajang jan ngambek ya, soalnya kalian Terlanjur masuk ke hatiku :v susah ngeluarinnya :v
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
DianYustyaningsih
  • WpView
    Reads 27,403,886
  • WpVote
    Votes 1,666,415
  • WpPart
    Parts 93
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.