divashny
- Membaca 624
- Suara 55
- Bagian 12
Jodoh?
Hanya segelintir hal yang Ain pikirkan. Masih banyak hal yang dapat ia pikirkan lainnya. Termasuk meneruskan studinya di Australia dan kerja di perusahaan internasional.
Ketika ketidakacuhan dan rasa trauma dari pernikahan kakaknya yang gagal, menjadi alasan utamanya tidak memikirkan semua lamaran pernikahan yang datang padanya. Lantas mengapa, ketika nama satu orang yang berada di sebuah undangan pernikahan dapat membuat hatinya hancur begitu saja?
Kali ini Raina Ayesha Mafaza harus dihadapkan pada kenyataan, dimana ia harus lari mengejar seseorang yang menjadi kunci sifat tak acuhnya, ataukah ia harus berlari menggapai semua yang diinginkannya di negeri orang lain.
Arbi Abyan Irtiza, adalah seseorang yang sabar menunggu seseorang datang dalam kehidupannya. Lantas bagaimana reaksinya, jika seseorang yang ingin ia pinang enggan pulang ke kampung halamannya?
Kisah ini mengajarkan Ain untuk lebih dekat mengenal penciptanya. Serta mengajarkan Arbi untuk mengenal siapa orang yang ingin ia pinang.
Akankah doa Arbi dapat mengalahkan kebekuan dan ketidakacuhan sifat Ain? Atau bahkan Arbi harus menelan kebenaran, bahwa ia memang bukan tercipta untuk gadis yang selalu dalam doanya.
Seutas Kata dalam Bibir Malam. Doa-doa yang Arbi panjatkan kepada Sang Pemilik malam, dalam bibir malam yang berjalan menuju subuh. Dalam godaan kantuk yang berat, Arbi sanggup untuk mendoakan gadis yang sudah lama dalam doanya.