We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
angtyas's Reading List
3 stories
Empire of Two Warlords (Terbit) by SepfriAlesha
SepfriAlesha
  • WpView
    Reads 485,875
  • WpVote
    Votes 41,862
  • WpPart
    Parts 42
Wajib Vote sebelum atau sesudah membaca 🤎 Abad ke 13. Setelah menaklukkan Arvenia, Şehzade Selim Khan membawa pulang putri musuh yang baru saja ia yatimkan-Helena Alexandra Petropoulos. Putri dari pria yang kepalanya dipenggal oleh Selim. Helena harusnya datang sebagai budak yang tunduk. Namun wanita itu menolak menyerah. Ia melawan. Membangkang. Menantang kematian berkali-kali dengan keberanian yang membuatnya mustahil dianggap lemah. Selim seharusnya menghancurkannya. Helena seharusnya membencinya selamanya. Di tengah perang dan pengkhianatan, Helena perlahan menyadari bahwa pria yang paling ingin ia bunuh adalah pria yang tidak mampu ia tinggalkan. Dan ketika semua berbalik melawan Selim, akankah Helena ikut meninggalkannya, atau justru menjadi orang terakhir yang tetap berdiri di sisinya? *** şehzade = Pangeran Jika menemukan typo, EYD kurang tepat mohon dimakhlumi. TOLONG JANGAN DI PLAGIAT YA... Start : 18 Februari 2026
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
DianYustyaningsih
  • WpView
    Reads 27,463,864
  • WpVote
    Votes 1,668,375
  • WpPart
    Parts 93
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.
ALVINO by salsaalfn
salsaalfn
  • WpView
    Reads 18,474,226
  • WpVote
    Votes 519,356
  • WpPart
    Parts 34
[sebagian cerita sudah dihapus] "Karena gue itu hangat, lo itu dingin. Makanya gue nemenin lo, karena pasti lo butuh kehangatan kan?" ucap Aretta sambil menaik turunkan alisnya. Cowok dingin yang menatap matanya masih memasang muka datar, hingga satu detik kemudian. Dia tersenyum. #1 - teenfiction [06februari2019]