RuhanSinea's Story
2 stories
Third Eye by RuhanSinea
RuhanSinea
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
"Pandangan bukanlah hal terindah bagiku. Pandangan... mungkin adalah anugerah, atau... mungkin kutukan? Aku tak pernah bangga akan pandanganku. Jika tuhan mengizinkan, aku lebih memilih untuk menjadi buta." gadis itu meracau dengan nada penuh keputus asaan. "Mengapa begitu? Bukankah ada terlalu banyak orang yang merasa engap dalam kegelapan yang membutakan pandangan? Lalu mengapa kamu yang sudah memiliki cahaya justru berharap melenyapkannya?" tak ada jawaban langsung dari gadis berkantung mata hitam itu. Ada jeda cukup lama karena keterdiamannya, gadis itu menoleh. Ada garis sendu di larik warna matanya yang tak lagi berbinar itu. Ia mendongakkan kepala ke arah langit yang gelap tanpa rembulan "Tapi... bagaimana, ya? Aku sendiri... sudah lama tenggelam dalam kegelapan itu." Maka setelah itu, keduanya terdiam diantara gelapnya malam yang tak berbintang.
Rintihan Senja by RuhanSinea
RuhanSinea
  • WpView
    Reads 224
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 12
Siapa yang menunggu senja kala sang surya bergerak kembali ke peraduannya? Kara. Jika yang lainnya menunggu senja untuk ditatap dan dipuja, Kara menunggu senja untuk menghidupkan kembali jiwanya yang lama tak bernyawa. Karania Sarasvati, gadis pecandu sepi yang tak henti mengecam dunia. Apa jadinya jika si gadis yang hanya bertemankan senja dalam hidupnya dipertemukan dengan pria bernama Sena yang begitu mengagumi dunia dan seisinya? Akankah Kara menerima kehadiran Sena dan melupakan kehadiran semu sang senja? Mari tanyakan jawabannya pada sang senja, jadi... Selamat membaca dan terbang ke dunia senja.