differria
Cerita ini mengisahkan Jeanneth Anindita (Jea), seorang anak pertama yang awalnya tumbuh dalam keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang. Namun, setelah kelahiran adik laki-lakinya, perhatian kedua orang tuanya perlahan berubah. Jea mulai merasa diabaikan, dipaksa menjadi anak yang selalu mengerti, dan memendam rasa sakitnya sendirian.
Seiring berjalannya waktu, tekanan demi tekanan membuat kondisi mental Jea memburuk hingga ia memilih meninggalkan rumah. Di sisi lain, kedua orang tuanya baru menyadari kesalahan mereka ketika Jea sudah tidak lagi berada di sisi mereka. Penyesalan, kehilangan, dan usaha untuk memperbaiki hubungan menjadi inti perjalanan cerita ini.
Kisah ini mengangkat tema keluarga, kesehatan mental, kasih sayang orang tua, penyesalan, dan pentingnya komunikasi dalam keluarga, dengan harapan dapat menyadarkan pembaca bahwa setiap anak berhak merasa dicintai dan didengar.