Loomdark_Studio
- Reads 942
- Votes 21
- Parts 15
Castie adalah seorang wanita yang dikutuk oleh lidahnya sendiri. Kasar, angkuh, dan penuh amarah - ia tak segan memaki siapa pun tanpa peduli pada luka yang ditinggalkan. Puncaknya terjadi ketika sang suami, Tasim, sedang bekerja di luar kota. Di saat seharusnya setia, Castie justru menjalin hubungan terlarang dengan Nanang, pria dari desa tetangga. Pengkhianatan itu berujung pada aib besar: penggerebekan, kepergian Tasim, dan kelahiran seorang anak bernama Novi.
Sepuluh tahun berlalu, namun Castie tetap keras kepala. Ia menolak menyalahkan dirinya, menolak menyesali masa lalu. Hingga pada suatu malam, ia didatangi oleh Nyi Angker - entitas karma berwujud nenek tua dengan tubuh anjing yang mengerikan. Nyi Angker menjatuhkan kutukan: tangan kanan Castie mendadak lumpuh dan kaku, atau yang dikenal sebagai KEMPRENG (stroke).
Kutukan itu seharusnya menjadi awal pertobatan. Namun Castie menemukan celah. Ia menyadari bahwa kempreng-nya memicu rasa kasihan masyarakat. Sejak itu, ia mulai berakting. Dengan sempurna, ia memanipulasi simpati warga, mengubah aib menjadi sumber uang.
Ketika kempreng itu tiba-tiba sembuh, Castie tidak berhenti. Ia justru melatih tangan sehatnya untuk berpura-pura kaku, menjadikannya topeng penderitaan yang baru.
Nyi Angker murka. Ia mencabut hukuman fisik, tetapi kemunafikan Castie justru memicu murka yang lebih besar. Bagi Nyi Angker, menipu kebaikan jauh lebih keji daripada perselingkuhan.
Kini, Nyi Angker kembali. Tidak lagi dengan peringatan dalam mimpi, melainkan dengan pembalasan yang nyata. Castie terperangkap dalam rumahnya sendiri - terisolasi, sementara wujud anjing buas dari Sang Karma menunggu di balik pintu, siap menagih harga dari setiap kebohongan yang pernah ia ciptakan.
Copyright:
© 2025 Loomdark Studio. All right reserved.