vierraabigail
- Reads 1,264
- Votes 352
- Parts 4
Dua belas tahun bukanlah waktu yang sebentar. Seratus empat puluh empat bulan. Empat ribu tiga ratus delapan puluh hari.
Bagi sebagian orang, itu adalah jarak yang melelahkan-terlalu panjang untuk menunggu, terlalu berat untuk dikenang. Namun bagi Timur Laut Tenggara, dua belas tahun justru terasa seperti perjalanan yang ingin ia lalui perlahan. Semua bermula dari satu pandangan pertama. Di pelataran sekolah elite itu, di antara langkah-langkah penuh ambisi dan suara tawa yang bergaung di koridor megah, ia melihatnya. Seorang wanita dengan sorot mata tenang dan aura yang tak biasa. Bukan yang paling ramai, bukan yang paling mencolok-namun entah mengapa, dunia seolah mengecil hanya pada dirinya.
Sejak hari itu, tanpa ia sadari, Timur telah terjebak dalam satu rasa yang tidak pernah ia rencanakan: kekaguman yang tumbuh diam-diam... dan tak pernah benar-benar pergi.
Dua belas tahun kemudian, perasaan itu masih ada. Lebih dewasa. Lebih tenang. Tapi tetap sama kuatnya.
Akankah penantian timur selama dua belas tahun akan berakhir bahagia?
Saksikan cerita nya !
- VierraAbigail
11/02/2026