Syah_108's Reading List
2 stories
Dia? Boss Gue? (END) by kelinci_pincang
kelinci_pincang
  • WpView
    Reads 5,405,923
  • WpVote
    Votes 258,648
  • WpPart
    Parts 41
Aksaka Raden baskara, Nama itu akan slalu terpatri dalam ingatan seorang Gabriel Casiella. Kating yang sombongnya gak ketulungan, sayangnya sangat tampan! Sempat menyukai Aksa adalah kesalahan dalam hidup Gabby dan kini gadis itu harus berhadapan dengan Aksa sebagai Karyawan dan Bossnya. Tak pernah terpikirkan bahwa orang yang membuatnya jengkel semasa Kuliah akan menjadi Bossnya, dia bahkan baru tahu jika Aksa adalah pemilik GoldenArb bagus sekali! "Untunglah tuh orang ga inget siapa gue" "Saya ingat siapa kamu, dan apa yang pernah terjadi di antara kita" Hah buset kita? Sampul By Me!! Start = 11 Februari 2023 Finish = 19 April 2023 Peringkat🏅🏅 #1 Aksa (16 Februari 2024) #1 Gabby (16 Februari 2024) #1 Cinlok (16 Februari 2024) #1 Rapuh 29 januari 2024 #1 Smart (3 september 2023) #1 Asisten (14 Maret 2023) #1 Bossy (3 April 2023) #1 Boss (7 April 2023) #1 Perusahaan (5 April 2023) #1 Gengsi (13 April 2023) #1 Bully (16 April 2023) #1 Mantan(15 April 2023) #1 Fiksiumum ( 22 April 2023) #1 Sekretaris (22 April 2023) #1 Rich (6 Mei 2023) #1 pekerjaan (6 mei 2023) #1 Crush (6 mei 2023)
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
DianYustyaningsih
  • WpView
    Reads 27,400,232
  • WpVote
    Votes 1,666,242
  • WpPart
    Parts 93
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.