Roses_su
- GELESEN 411
- Stimmen 7
- Teile 5
Tengku Aryan Danish... Sekaliku menyatakan cinta, usahlah kau meraguinya lagi. Sekaliku janji padamu, cukuplah untuk selamanya. Namun, semakin meniti masa, cintamu kian ragu di mana luhurnya. Hinggakan ...kudus cinta itu sirna begitu saja. Takku tahu setulus mana kasih, tidakku pasti setelus mana cinta. Sanggupku tentang satu dunia demi cintamu dan apalah kiranya andai kau sendiri yang menentang. Andai jodoh itu bukan milik kita, aku akan berlalu dari hidupmu dan biarkanlah kasih yang terlerai itu tidak bercantum lagi. Sesungguhnya, andai Dia mengizinkanku, aku ingin menyintaimu selagi ada nafas di sebalik jasadku yang sudah hampir rebah.
Sofiya Ainur... Kau cinta pandang pertamaku. Namun, makin meniti ketika, ukhuwah yang berlandaskan cinta itu seakan-akan palsu pula. Adakah kau yang berdusta atau akukah yang terlalu curiga? Andai kasih yang singgah hanya sebagai peneman resah, maafkanlah aku kerana telah menyentuh hati dan tulus kasihmu. Sehinggakan kesan air mata itu tak dapat kering lagi walaupun kisah pedih itu kian berlalu pergi.
Benarkah cinta perlukan masa untuk mendalaminya? Adakah jangka waktu mengenali itu penting dalam hubungan mereka? Bila Tengku Aryan Danish mengatakan tidak perlu, Nur Wafiah mengakuinya. Tika kasih tercipta, Tengku Aryan Danish membantah hakikat itu pula. Sofiya Ainur pasrah demi maruah hingga kasih itu terlerai jua pada akhirnya. Hati yang retak bisa bercantum, kasih yang terlerai antara mereka mungkinkah akan bersambung?