setitik_nadir
- Reads 2,216
- Votes 81
- Parts 3
Liturgi Rasa adalah prosa kontemplatif yang menelusuri kedalaman batin manusia melalui rangkaian refleksi tentang cinta, rindu, kehilangan, doa, dan sunyi. Fragmen-fragmen perenungan Liturgi Rasa memandang kehidupan sebagai perjalanan sunyi yang dijalani manusia di antara kata-kata, ingatan, dan harapan. Di dalam perjalanan itu, manusia kerap berhadapan dengan kenyataan bahwa tidak semua perasaan dapat dijelaskan, tidak semua rindu menemukan pulangnya, dan tidak semua doa memiliki jawaban yang segera. Namun justru dalam ruang-ruang sunyi itulah batin perlahan belajar memahami dirinya sendiri.
Secara tematik, prosa ini menjadi semacam "liturgi" sebuah perenungan sunyi yang merayakan keberadaan rasa sebagai bagian paling mendasar dari pengalaman manusia.