secercahnapas
- Reads 199
- Votes 34
- Parts 10
Beberapa orang tidak pernah benar-benar terlambat ataupun terlalu cepat untuk datang.
Mereka hanya hadir selama waktu mengizinkan, lalu pergi sebelum kita sempat siap melepaskan.
Rizal tidak pernah menyangka bahwa sebuah stasiun tua di sudut kota akan mempertemukannya dengan seorang lelaki tua yang setiap hari duduk di bangku ujung peron, menunggu kereta yang datang dan pergi tanpa pernah ia naiki.
Dari percakapan sederhana di antara deru kereta dan senja yang perlahan turun, Rizal mulai belajar bahwa hidup tidak selalu tentang seberapa jauh seseorang berjalan, tetapi tentang kepada siapa ia pernah berhenti, mendengar, dan belajar.
Namun tidak ada pertemuan yang berlangsung selamanya.
Ketika waktu memaksa setiap orang melanjutkan perjalanannya masing-masing, Rizal harus menemukan jawaban atas satu pertanyaan yang selama ini tidak pernah ia sadari sedang ia cari-tentang pulang, tentang kehilangan, dan tentang seseorang yang diam-diam mengubah cara kita memandang kehidupan.
Ketika suatu hari bangku itu menjadi kosong, Rizal baru menyadari bahwa perjalanan yang sesungguhnya baru saja dimulai.
Karena mungkin, tempat untuk pulang bukan hanya sekadar sebuah rumah, melainkan seseorang yang mengubah cara kita memandang kehidupan.