gummy247bear
Di bawah guyuran hujan Jakarta yang kejam, takdir Ares ditulis ulang. Dikhianati dan dicampakkan sebagai pria yang tak berharga, sebuah kecelakaan fatal justru membangkitkan entitas purba dalam dirinya. Ares bukan lagi sekadar pengendara motor butut; ia adalah wadah bagi kekuatan yang sanggup mengguncang nalar.
Bramantyo, CEO angkuh yang hidup di puncak menara gading, terseret ke dalam gravitasi Ares yang mematikan. Apa yang bermula dari rasa bersalah, berubah menjadi obsesi gelap dan pemujaan mutlak.
Dari lorong pasar loak hingga palung laut terdalam, mereka terikat dalam misi gila Ki Ageng: mengumpulkan Dua Belas Pusaka Nusantara untuk menguasai takhta bayangan negeri ini. Namun, perjalanan ini menuntut harga yang mahal. Di antara deru napas memburu dan pertarungan melawan makhluk gaib, batas antara tuan dan hamba, serta logikadan mistik, kian kabur.
Ketika dua jiwa dipaksa menyatu dalam satu frekuensi rasa sakit dan gairah, Bramantyo harus memilih: tetap menjadi penguasa di dunia nyata, atau menyerahkan tubuh dan jiwanya untuk menjadi "ratu" bagi Sang Raja jalanan.
Ini bukan sekadar pembuktian diri.
Ini adalah penaklukan.