MuthiaYolanda9's Reading List
3 stories
Chasing You by clarisayani2
clarisayani2
  • WpView
    Reads 4,767,851
  • WpVote
    Votes 454,766
  • WpPart
    Parts 63
Mengejarnya ... ternyata butuh perjuangan yang teramat besar. Mengapa ia harus terlahir jauh terlambat dari lelaki itu? Mengapa ia jatuh cinta pada lelaki 12 tahun lebih tua darinya? Dan mengapa ia tidak bisa berhenti mencintainya, padahal jelas-jelas dia tidak akan pernah memiliki rasa yang sama terhadapnya. Perempuan yang lebih dewasa lah yang selalu berhasil mengikat dia. Bukan gadis 18 tahun seperti dirinya yang masih berseragam SMA. Lantas, siapa yang harus disalahkan dengan rasa ini? Ia hanya tidak bisa berhenti. Sungguh. Kamu tidak bisa memilih dengan siapa kamu jatuh cinta, bukan? "Kamu tidak akan pernah tahu rasanya jatuh cinta sendirian." Allea Devgan Danishwara *** Cover edited by @daasa97 7/2/2020
Sepertiga Malam Tentangnya by hannadhieaam_
hannadhieaam_
  • WpView
    Reads 126,383
  • WpVote
    Votes 7,870
  • WpPart
    Parts 46
#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!
LOVE IS LOVE by winstories_
winstories_
  • WpView
    Reads 16,044,268
  • WpVote
    Votes 104,360
  • WpPart
    Parts 20
"Gue gak tau lagi harus ngajarin lo kayak gimana. Gue capek tau gak. Lo itu begonya udah akut," kata Ali sambil mengacak rambutnya frustasi. PLAKKKK! satu tamparan keras tepat bersarang di pipinya yang membuat dia meringis. "Lo gak berhak ngejudge gue kayak gitu. Gue gak pernah mohon-mohon ke lo buat ngajarin gue," suara itu terdengar bergetar. Prilly berusaha menahan tangisnya agar tak pecah. laki-laki di hadapannya ini benar-benar membuat kesabarannya habis. Andai saja ia tahu apa yang sebenarnya terjadi, pasti dia akan berfikir beribu kali untuk mengucapkan kata-kata itu kepadanya. Namun untuk apa Prilly menjelaskan. si jenius ini tidak akan perduli.