short/oneshoot favo
3 stories
quarter past midnight | √ by dariankastar
dariankastar
  • WpView
    Reads 54,024
  • WpVote
    Votes 4,305
  • WpPart
    Parts 54
[ C O M P L E T E D ] Bukan hanya perihal pertemuan, bagaimana jika waktu juga memimpin kita pada sebuah perpisahan? --- Copyright © September 2018 - All Rights Reserved oleh Erni || Images from Pinterest
The Fallen's Redemption by bluefwinters
bluefwinters
  • WpView
    Reads 119,975
  • WpVote
    Votes 7,630
  • WpPart
    Parts 6
Janeth tidak menyangka bahwa tantangan bodoh dari salah satu temannya untuk mencium sebuah patung malaikat di sebuah pemakaman terbengkalai akan mempertemukannya dengan laki-laki misterius yang mengaku berasal dari surga. Seolah keanehan itu belum cukup, si laki-laki berkata bahwa dirinya sekarang terikat kepada Janeth dan hanya Janeth-lah yang bisa membantunya untuk kembali ke tempat tinggal aslinya. [ copyright©2022 by Blue Winters DILARANG KERAS meniru atau menjiplak adegan, nama lengkap tokoh, dan aspek lain di dalam cerita ini. ⚠️tw: violence/murder and harsh words ⚠️ cerita ini mengandung unsur kekerasan dan kata-kata kasar. ]
ONE MORE COFFEE? (Short Story) by jennyannissa
jennyannissa
  • WpView
    Reads 13,788
  • WpVote
    Votes 1,322
  • WpPart
    Parts 1
Pembaca tersayang, Duduk manis dan bersiaplah. Kali ini kalian akan diajak mengikuti kisah putra tunggal keluarga Sofjan di salah satu hotel ternama di Jakarta. Temui Diaz Azzery Sofjan di ballroom sebuah hotel. Laki-laki itu terjebak dalam new year's eve party. Di tengah rasa jemu, terjadi pertemuan tak terduga dengan seorang gadis di masa lalunya. Gadis yang membuat sweter navy Diaz berubah warna karena segelas americano. Gadis yang juga pernah mengirim sebaris pesan singkat: 'What about some coffee?', yang kemudian tak pernah dibalas, hanya tersimpan rapi di kotak masuk. Ditemani secangkir double espresso dan americano, Diaz dan sang gadis bergaun merah terlibat perbincangan. Inikah waktu yang tepat bagi Diaz kembali menitipkan hatinya? Enjoy the story, J One More Coffee? © 2015 by Jenny Annissa.