MaswhaFaizah
- Reads 964
- Votes 100
- Parts 18
Dia adalah Cahaya, yang orang tuanya berpisah sejak ia masih belum mengerti apa-apa.
Dia adalah Cahaya, yang amat merindukan hadirnya sosok Bunda yang dulu pernah dikenalnya. Bukan Bunda yang selalu saja sibuk dengan seabrek pekerjaan kantornya.
Dia adalah Cahaya, gadis yang baru saja menemukan cahaya hidup yang selama ini dicarinya. Rohis adalah tempatnya. Tapi, setelah menemukan cahaya, ia bertemu benturan-benturan yang membuatnya dihadapkan pada dua pilihan, pertahankan atau lepaskan. Terutama pasca pemberitaan sebuah stasiun TV swasta, yang menuduh bahwa rohis adalah cikal-bakal teroris. Keadaan bertambah parah ketika Bunda bertemu teman lamanya di pesantren dulu yang ternyata sekarang menjadi aktivis gender.
Dia adalah Cahaya, yang bertanya-tanya mengapa orang tuanya bercerai? Mengapa rohis, tempatnya menemukan cahaya hidup, dicap negatif? Mengapa harus ada orang-orang yang memperjuangkan kesetaraan gender? Dia adalah Cahaya, yang bertanya-tanya adakah benang merah dari itu semua?