HestiSaskiaUtami's Reading List
4 stories
[Sudah Terbit] My Lecturer, My Husband by gitlicious
gitlicious
  • WpView
    Reads 9,460,923
  • WpVote
    Votes 286,943
  • WpPart
    Parts 33
Orang bilang perkataan adalah doa, hal itu yang terjadi pada Inggita Almira Arundati. Karena tidak menjaga perkataannya yang suka ceplas ceplos Inggit harus mengalami kehidupan barunya bersama Sadewa Bentara Arya, dosen kaku nan galak di kampusnya yang sudah dinobatkan dengan simbol kanebo kering dan sudah ia sumpahi hidupnya akan selalu susah. Menjalani kehidupan perjodohan bersama dosen tergalak di belakang sahabat-sahabatnya memiliki banyak rintangan. Mampukah Inggit dan Arya menutupi perjodohan mereka? Bagaimana dengan Karatama Reinha, kekasih inggit?
KUTIPAN-KUTIPAN PRAMOEDYA ANANTA TOER by riskinop
riskinop
  • WpView
    Reads 119,373
  • WpVote
    Votes 3,549
  • WpPart
    Parts 33
Kutipan-kutipan bijak yang menginspirasi, dari buku-buku karya Pramoedya Ananta Toer
KUTIPAN TERBAIK by Ahmdfuad
Ahmdfuad
  • WpView
    Reads 3,187
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 10
Kutipan
Kata Pram by classfield
classfield
  • WpView
    Reads 123,115
  • WpVote
    Votes 5,092
  • WpPart
    Parts 22
"Seorang terpelajar harus bertindak secara terpelajar sejak dalam pikiran ataupun perbuatan!" Pram, panggilan yang dalam kehidupan sehari-hari ia dipanggil adalah seorang sastrawan hebat yang telah melahirkan karya-karya yang sangat luar biasa. Ia lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Feberuari 1925. Hampir seluruh karyanya telah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa. Sangat luar biasa, betapa bangganya bangsa-bangsa Indonesia memiliki sastrawan hebat sekaliber Pramoedya Ananta Toer. Pramoedya telah menuangkan karya-karyanya dalam bentuk tulisan berupa novel, cerpen, dan artikel. Karya-karya ini berhasil melambungkan namanya dan sekelas dengan beberapa satrawan dunia. Tidak hanya sebagi penulis, Pram juga merupakan seorang tokoh demokrat sejati yang berpegang teguh dalam membela hak asasi manusia. Bentuk pembelaan terhadap hak asasi manusia ia tuangkan dalam beberapa tulisannya. Salah satu karyanya yang luar biasa dalah Tetralogi Pulau Buru yakni Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Keempat novel ini ia tulis ketika ia diasingkan oleh rezim Soeharto ke penjara di Pulau Buru, karena tuduhan sebagai anggota organisasi terlarang PKI, ia ditahan selama 14 tahun pada zaman Orde Baru tanpa adanya kepastian hukum dalam kasusnya. Karya pertama Pram pertama kali terbit di Australia pada saat itu, sungguh Ironis memang. Bagaimana mungkin karya anak bangsa yang seharusnya lebih dihargai dalam negeri sendiri justru diperkenalkan pertama kali oleh bangsa asing. Banyak tulisan karya Pram dibakar pada masa Orde Baru (copyright dari google) Dan disini saya membagi penggalan-penggalan kata-katanya. Selamat Membaca!