aksatanpara
- Membaca 3,489
- Suara 2,449
- Bagian 82
Pada hingarnya masa depan.
Kelak pada suatu ketika,
aku ingin menjadi alasan yang membuatmu terluka; di saat rasa, meniadakan kita untuk sementara.
Seperti biasa, dua cangkir kopi hangat kala sore menjelang temaram, untukku dan bayanganmu merayakan kenangan; bersulang.
"Selamat ulang tahun hati yang patah." Kataku setelah menghirup kopi.