MariaAurelliaRafka
- Reads 363
- Votes 22
- Parts 10
"Marlyne!", teriak Sherlyn dan Candra. Mereka menarik bajuku berusaha menghentikanku yang sedang berjalan masuk ke dalam lukisan Amelia yang indah di hall sekolah sendirian malam hari saat kegiatan pramuka sedang istirahat. Aku terkejut tiba-tiba Lily, temanku menghilang di depan hadapanku. kami berdua ingin pergi main masuk ke dalam lukisan seperti biasanya. Aku melihat sekelilingku mencari Lily ku memanggil namanya, "Lily, Kamu dimana?". teman-temanku kebingungan dan menjadi takut.
"Lily? Siapa Itu Lily? TIdak ada murid sekolah di sini yang bernama Lily!"teriak Sherlyn. ia maju menampar mukaku dan mengoncang-goncangkan tubuhku. " Marlyne, sadarlah... Kamu diganggu! lebih baik jangan mengelamun disini. Semua teman-temanmu mencari dirimu. Jangan bermain sama mereka!". Teman-temanku menyeretku keluar dari ruangan yang gelap itu ku berusaha menghentikan mereka. Ku tak dapat dan kulihat Lily kembali muncul di sudut ruangan gelap dengan matanya yang kuning bersinar terang. Ekspresi datar dan hawa dingin yang mencengkam merasuki diriku seolah-seolah membunuhku. Air mataku berjatuhan membasahi pipiku yang hangat teringat sebuah kenangan janji persahabat kami berdua..........
"Marlyne, Aku sangat bersyukur mendapat teman seperti dirimu....perkataan Amelia memang benar. ... Semoga teman-temanku ada yang baik hati sepertimu...." isak Lily. Air matanya mengalir membasahi pundakku dengan pelukannya yang erat . tibalah saat itu datang angin besar berhembus kencang menyelimuti diriku memisah kami berdua. Kudengar suaranya yang tersamar dan lambaian tangannya.... Maafkan Aku, Lily. Kutelah mengingkari janjiku. maafkan teman-temanku juga......
Apakah yang akan terjadi terhadap diriku, teman-temanku dan sekolahku? bagaimana Dengan lukisan-lukisan Amelia dan Rungan hall, dan kematian Amelia? Lily adalah Jawaban dari semua ini............