koya940912
Terlahir sebagai seorang penerus tahta membuat Farzan harus menyadari bahwa ia hidup tidak untuk dirinya sendiri. Banyak orang memimpikan berada di posisi Farzan saat ini, terlahir dengan gelimang materi dan dihormati banyak orang. Tapi bagi Farzan, dalam hati kecilnya ia hanya ingin menjalani hidupnya sebagai seorang 'Farzan', tanpa embel-embel Putra Mahkota dibelakangnya. Impiannya sangat sederhana, menjadi seorang Atlet Anggar Profesional. Namun sayang, sesaat setelah Farzan tahu apa hal yang benar-benar ia impikan dalam hidupnya, saat itu juga ia harus melepaskan impian tersebut karena 'statusnya'.
Hidup Farzan yang awalnya selalu sesuai time line yang tertata rapi, mulai menghadapi lika-liku saat seorang Kanaya masuk dalam kehidupannya. Sebenarnya Kanaya tidak asing bagi Farzan. Mereka tumbuh dan dibesarkan dilingkungan yang sama, di istana. Namun Farzan baru menyadari perasaannya terhadap Kanaya, saat Kanaya sudah lebih dulu sepuluh tahun terakhir ini memendam perasannya terhadapnya.
Jika banyak orang berpikir, dengan posisi Farzan saat ini, ia bisa mendapatkan apa pun yang ia inginkan, pemikiran itu ternyata salah besar. Selama ini Farzan bahkan tidak pernah benar-benar mendapatkan apa yang ia impikan dan inginkan. Apakah itu juga termasuk mendapatkan hati Kanaya yang sebenarnya sudah menjadi miliknya sejak dulu? Tapi kenyataannya tidak semudah itu. Banyak hal yang harus dilalui dan diperjuangkan. Apakah takdir berpihak kepada keduanya? Atau mereka hanya ditakdirkan sebagai orang asing yang tidak akan pernah bersatu?
#1 admire 19/11/2020 🎉