Vee
4 stories
Love In Aussie by Sica_ye
Sica_ye
  • WpView
    Reads 765,852
  • WpVote
    Votes 32,157
  • WpPart
    Parts 56
=Available on Play store= Kita tak bisa menentang takdir. Sama seperti kita yang tak bisa menentang pemberi takdir itu. Dialah yang menggerakkan hati untuk setiap kecenderungan pilihan yang kita ambil. Qamira Nafisah : Aku tak punya pilihan lain selain mengiyakan semua syarat yang Papa-Mama ajukan jika aku ingin kuliah di Aussie. Berkuliah di sana adalah mimpiku dari dulu. Tapi bagaimana kalau ternyata tetangga depan rumahku malah melamarku dan menawarkan dirinya untuk menjagaku disana? "Sayang, tak ada tempat teraman seorang wanita selain berada di sisi suaminya. Kau akan terlindungi baik lahir maupun batin di negeri asing itu Mira.." Ucap Papa tegas. Dan sekarang hanya ada dua pilihan untukku. Menerimanya dan meraih mimpiku atau menolaknya dan melupakan mimpiku untuk selamanya. Zain Alfatih : Aku bisa menjaganya sekaligus menjaga diriku dari hal-hal yang tak diinginkan di negeri bebas ini. kepulanganku ke kampung halaman akhirnya membawaku untuk segera melamarnya dan berjanji akan menjaganya baik lahir maupun batin di negeri asing itu. untuk pemesanan cek profil :) ©HAK CIPTA DILINDUNGI. DILARANG KERAS MENCOPY DAN MEMPASTE SERTA MEMPUBLIKASIKAN CERITA INI DI TEMPAT LAIN TANPA IZIN DARI PENULIS.
Te Amo 2 ( Alevan Dykara ) by Fthljnh257
Fthljnh257
  • WpView
    Reads 179,566
  • WpVote
    Votes 14,614
  • WpPart
    Parts 53
Sebelum membaca, alangkah baiknya jika kalian membaca lebih dulu Te Amo (Revandy Qayro) agar alur dapat dipahami. Alevan Dykara, bagaimana kisah pemuda tampan 17 tahun itu untuk menemukan jati diri yang sebenarnya. Siapa Revan? Mengapa semua orang mengatakan kalau ia adalah Revan? Kisah cinta? Entahlah, Alevan tidak memikirkan hal itu. Benci? Alevan hanya benci pada satu mahkluk bernama Selena, adiknya. Selena yang baru berusia 12 tahun namun mempunyai IQ diatas rata-rata selalu mencari masalah dengannya. Bagaimana kisah petualangan kakak beradik itu? Simak dicerita, ets! Jangan lupa vomment! Start : 9 April 2019 ©2019
Arta & Azkia by nenins_
nenins_
  • WpView
    Reads 275,949
  • WpVote
    Votes 12,312
  • WpPart
    Parts 34
(DITERBITKAN) Takdir cinta dari Allah itu indah. Dan lebih indah lagi karena kamu yang ditakdirkan untukku - Azkia Zahrotussyifa Bertemu denganmu adalah sebuah anugerah dari Allah. Semoga kamu tetap menjadi bidadari dunia akhiratku - Arta Nur Rasyid
Thursday And Rain by mastasarinapardosi
mastasarinapardosi
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
sejak itu aku tahu apa arti kehilangan. hujanpun seolah merasa tanah menjadi miliknya, langit berlomba lomba mengganti baju nya menjadi hitam, bulan dan bintang ketakutan dan bersembunyi. burung burung berpulangan kerumah mereka tanpa prajurit itu. suara petir beradu merdu dilangitan tanpa do mi sol. nama ku masta, aku seorang SPG di brand kiko niki. handpone ku berbunyi bbm menyapa "ping (sapaan enjel dikala hujan berhenti) ya de" "kaka kapan pulang "aduh kaka belum ada off "oh, semangat ya kak "makasih 😊 dia bukan adik kandungku ataupun saudara sepupuku, dia anak tetanggaku tapi aku sayang dia. sejak kecil aku hanya kenal sosok adam, tak mengenal sosok hawa, ya! aku hanya dibesarkan seorang pangeran tampan yang baik hati, dia ayahku usianya kini menjalani 60tahun di mei yang akan datang. aku mencintainya tanpa alasan, dia pria terbaik pemberian Tuhan kepadaku sejak kecil disaat aku duduk di kelas 3sd aku tahu apa itu pahit kehidupan, aku tak pernah menginginkan kehidupanku sesuram lembaran kertas yang berterbangan dijalan, tapi itu kenyataan yang harus aku terima. ayahku hanya seorang buruh tani, yah buruh yang hanya dibayar 20rb satuhari. buruh yang menyahabatkan lumpur selama bertahun tahun. dikelas 3sd aku tahu bagaimana rasanya alam sawah. rasanya tidak mengenakkan, mengangkat cangkul yang beratnya hampir sama dengan berat ku, tapi ini tuntutan, kujalani senikmat coffe good day. saat itu ayahku melepasku dan mempercayakan adiknya merawatku, disini semakin aku tahu betapa kejamnya kehidupan. aku hanya memendamnya, seiring menikmati setiap alunan nada hidupku, sesekali aku menangis dan mengeluh, sesekali aku sirik dengan teman temanku, hingga usiaku 17tahun sakit itu kupendam. ayahku melampiaskan semua bebannya pada satu minuman, kata orang itu minuman keras, yang sewaktu waktu ketika diminum bisa mabuk. yah akupun tak tahu jelasnya, tapi itulah yang kulihat. dari kejahuan aku melihat ayah dia sering kesakitan,