zahraninditha's Reading List
6 stories
LUNAR (Side Story Teluk Alaska) by ekaaryani
ekaaryani
  • WpView
    Reads 1,155,792
  • WpVote
    Votes 99,243
  • WpPart
    Parts 20
Bulan Edeline, cewek cantik bertubuh mungil tapi bisa membuat preman langsung babak belur dalam sekejap. Semua orang takut padanya, cowok-cowok langsung kabur hanya dengan melihat tatapannya yang penuh aura mematikan. Kejuaraan taekwondo dan bela diri lainnya sudah biasa dia raih, itu semua Bulan lakukan agar dia tidak terlihat lemah dan menjadi wanita tangguh. Sampai suatu saat, setelah kelulusan SMA tiba. Iqbal Elano, berhasil mengetahui kelemahan Bulan yang sebenarnya. Kelemahan yang membuat Iqbal tahu, bahwa Bulan memiliki sisi lain yang tidak pernah dia tunjukan pada siapapun. "Lo nggak bisa sembunyiin apapun lagi dari gue, Bulan." -Iqbal Elano
BadGirl Vs GoodBoy by NitaMarsella
NitaMarsella
  • WpView
    Reads 7,874,021
  • WpVote
    Votes 379,665
  • WpPart
    Parts 92
Siapa yang tidak mengenal Nadia? Badgirl sekolahan berparas cantik, berotak pintar, namun sayang seribu sayang hobby nya mencari masalah, entah lah itu hobby atau sekedar rutinitas disaat bosan, yang jelas Nadia begitu absurd, berbeda dengan saudara kembar nya yaitu Salsa. Siapa juga yang tidak mengenal Salsa? Gadis anggun, cantik dan juga baik adalah salah satu anggota osis, yang di gadang- gadangi akan menjadi calon ketua osis di tahun depan, woww hebat bukan? Yaa memang benar, Salsa wanita berprestasi, sama dengan saudara kembar nya yaitu Nadia, bedanya jika Salsa famous karena tukang memberantas anak-anak nakal. Sedangkan Nadia Famous karena hobby nya yang menjadi anak nakal. #15 in TeenFiction (17-01-2019) #5 in Romance (10-02-2019) #1 in kocak (05-03-2019) CoverBy: @Ciicimouse_
KETIKA HUJAN MENANGIS [RAIN SERIES I] by ekaaryani
ekaaryani
  • WpView
    Reads 5,964,119
  • WpVote
    Votes 486,037
  • WpPart
    Parts 60
UPDATE SETIAP HARI!! Isabella Queen, Seorang penulis terkenal yang tidak pernah tersenyum. Semua orang menyukai karyanya, tapi semua orang membenci sifatnya. Tidak ada yang mau berteman dengannya karena sifatnya yang angkuh, dingin dan tak tersentuh sedikitpun. Hingga suatu saat dia menghilang di tengah hutan. Tak ada yang mau mencarinya. Hanya ada satu orang yang rela menerobos hutan saat gelap gulita, menantang hujan dan kilat yang menggemakan hati tanpa rasa takut. Dia adalah Nick Arkana Dewa, teman kecilnya yang mengetahui siapa Bella sebenarnya. "Hujan itu temen gue satu-satunya, Nick. Hujan nangis tiap hari karena dia tahu gimana perasaan gue." -Bella Queen Note: CHAPTER NGGAK ADA YANG DI PRIVATE, KALIAN BEBAS BACA TANPA RIBET! Copyright 2018 Eka Aryani
I am in danger [TERSEDIA DI GRAMEDIA] by zaimnovelis
zaimnovelis
  • WpView
    Reads 31,569,180
  • WpVote
    Votes 1,155,176
  • WpPart
    Parts 54
"Jika lo mau aman bersekolah di sini, lo juga harus menghindari dua orang yang lebih berbahaya dari guru BK," kata Lisya penuh penekanan. Ocha meneguk ludah. Ia mendengarkan penjelasan Lisya dengan seksama sembari bersiap mencatat. Demi menjaga beasiswa yang diterimanya, ia harus sangat berhati-hati. Ia tidak mau beasiswanya dicabut dan membuat orang tuanya terbebani dengan biaya sekolah. "Pertama, lo harus menghindari Sean Aureliano Radeya. Dia ketua geng dari kelas XI IPA-A. Itu orangnya!" Lisya menunjuk seorang anak laki-laki yang tengah asyik membaca buku dengan kaki yang diletakkan di atas meja. Mata Ocha memicing, melihat dengan benar seorang anak laki-laki tampan berambut acak-acakan. Anak laki-laki yang dimaksud Lisya tak terlihat berbahaya meskipun tingkah lakunya tak sopan, meletakkan kaki seenaknya di atas meja. Meskipun demikian, Ocha tetap mengangguk dan mencatat nama Sean ke dalam bukunya sebagai daftar orang kedua yang harus dihindari setelah guru BK. "Kedua, Axel Sharafat Ardiaz. Dia ketua geng dari kelas XI IPS-A. Menurut gue, dia lebih berbahaya dari pada Kak Sean. Nah itu dia!" Lisya menunjuk seorang anak laki-laki tampan berambut agak gondrong. "Tapi kenapa mereka berbahaya? Kalau mereka bisa masuk ke kelas A, bukankah berarti mereka itu jenius?" Ocha bertanya-tanya. "Oh my oh my oh my God! Mereka itu ketua geng. Mereka suka merokok, balapan liar, clubbing, bullying, dan tawuran," bisik Lisya. Walaupun berbisik, intonasi Lisya masih penuh penekanan. "Terus, kenapa mereka nggak dikeluarkan?" "Itu karena ayah mereka adalah pemilik sekolah ini. Siapa yang berani mengeluarkan mereka? Bahkan Pak kepala sekolah nggak berani karena takut dipecat." By : Zaimatul Hurriyyah Highest rank #1teen fiction 22 Nov, 5-8 Des 2018 #1 di hastag romance tgl 16 April 2019
TELUK ALASKA [SELESAI] ✅ by ekaaryani
ekaaryani
  • WpView
    Reads 71,232,271
  • WpVote
    Votes 3,961,159
  • WpPart
    Parts 88
#1 in Teen Fiction [PROSES PENERBITAN] Alister Reygan, ia adalah cowok yang selalu menjadi idaman para wanita. Bukan hanya sekedar tampan, ia juga memiliki sebuah genk yang sering di sebut sebagai 'penguasa sekolah'. Nasib sial menimpa cewek teman sekelasnya. Di mana ia selalu menjadi objek bullying oleh genk nya. Alister sebagai ketua selalu paling kasar dan semangat dalam membully cewek tersebut. Sampai suatu hari Alister berhenti. Kata-kata kasar dan tatapan kebencian itu menghilang. Itu semua karena sebuah rahasia besar yang terpecahkan. Rahasia yang membuat hidupnya hancur seketika. Dan... Rahasia tersebut ada pada Anastasia Mysha, teman sekelasnya yang selalu ia sakiti. Note: CHAPTER NGGAK ADA YANG DI PRIVATE, KALIAN BEBAS BACA TANPA RIBET! Copyright© 2018 By: Eka Aryani
Ayah, Kembalikan Senyumku by ekaaryani
ekaaryani
  • WpView
    Reads 47,247
  • WpVote
    Votes 2,345
  • WpPart
    Parts 1
Ayah, kini aku sudah tumbuh dewasa. Maukah kau duduk sebentar bersamaku dan dengarkan kisahku yang memilukan setelah kau meninggalkanku? Aku tidak akan membencimu atau bahkan menghardikmu dengan kata-kata kasar. Cukup dengarkan aku bercerita tentang hidupku, tentang perasaanku, tentang kesakitan ku dan tentang segala yang aku alami setelah kau pergi. Agar kau tahu seberapa banyak rasa sakit yang sudah kau torehkan. Kau mau kan mendengarkanku, Ayah? Copyright © 2018 by: Eka Aryani