Pup_02
Di tengah hiruk-pikuk tugas kuliah yang menumpuk, ujian yang menguras pikiran, dan tekanan menuju masa depan, ada delapan sahabat perempuan yang memilih jalan berbeda - tidak hanya belajar di dalam ruang kelas, tapi juga mendidik hati dan jiwa di tengah keasrian alam.
Kirana, Lestari, Cempaka, Melati, Anggrek, Mawar, Kemuning, dan Sejora - delapan mahasiswi berhijab dengan latar belakang dan sifat yang berbeda, namun menyatu dalam satu tekad yang sama: membuktikan bahwa kekuatan sejati tidak terletak pada fisik semata, melainkan pada kebersamaan, kesabaran, dan keberanian untuk melangkah melampaui batas diri sendiri.
Mereka melintasi jalur terjal Bukit Kelam, menembus hujan lebat dan kabut tebal di Bukit Raya, hingga akhirnya menaklukkan puncak Bukit Talogah Sanggau - tempat di mana telaga jernih menanti sebagai hadiah dari alam. Tanpa bantuan orang luar, hanya mengandalkan kekompakan, saling menjaga, dan berbagi beban, mereka melewati setiap rintangan yang datang.
Namun perjalanan ini bukan sekadar kisah petualangan mendaki gunung. Di balik setiap langkah kaki yang tergores di tanah hutan, tersimpan pelajaran hidup yang mendalam: tentang arti persahabatan yang tulus, cara mengatasi perbedaan, menghadapi rasa takut, dan memahami bahwa puncak tertinggi yang harus ditaklukkan bukanlah gunung, melainkan keraguan dan kelemahan dalam diri sendiri.
Ikuti kisah mereka yang penuh semangat, haru, dan makna - membuktikan bahwa sebagai perempuan, sebagai sahabat, dan sebagai pejuang mimpi, mereka mampu melangkah sejauh apa pun, selama melakukannya bersama.
"Jejak kaki di tanah mungkin akan hilang tertutup waktu, tapi ikatan hati dan pelajaran yang didapat akan terus menjadi cahaya penerang jalan menuju masa depan."