_aubysabil
Setiap tegukan memory is like a sip of coffee- pahit, hangat, dan selalu meninggalkan jejak. Daniel still remembers Shanara, sementara Azalia tumbuh di antara kenangan dan kehidupan baru. In the middle of laughter, tears, and love that never fades, dua hati muda belajar arti melindungi dan dicintai, meski tak selalu bersama.