dieranaxr
Di dunia tempat kehormatan dibayar dengan darah, Phuwin Tangsakyuen dibesarkan untuk menjadi pewaris Black Panther. Dingin, kejam, dan tak mengenal belas kasihan, ia adalah anak yang ditempa ayahnya untuk menjadi pemimpin sempurna. Hingga takdir mempertemukannya dengan Pond Naravit, pewaris Lone Wolf, kelompok yang selama puluhan tahun menjadi musuh bebuyutan Black Panther.
Pond seharusnya menjadi musuh yang harus ia hancurkan. Namun, justru melalui laki-laki itu, Phuwin mengenal sesuatu yang tak pernah diajarkan ayahnya: kemanusiaan, kelembutan, dan cinta. Untuk pertama kalinya, Phuwin ingin hidup bukan sebagai pewaris Black Panther, melainkan sebagai manusia yang berhak menentukan jalan hidupnya sendiri.
Tetapi dalam keluarga yang menjadikan kehormatan sebagai hukum tertinggi, cinta adalah pengkhianatan. Phuwin dihadapkan pada pilihan yang mengerikan: mengakhiri hidupnya demi kehormatan Black Panther, atau memotong lidahnya sendiri dan hidup dalam kebisuan selamanya. Demi Pond, Phuwin memilih kehilangan suaranya.
Namun, apakah pengorbanan itu cukup untuk membuat sang ayah luluh dan membiarkan anaknya menjadi manusia seutuhnya? Ataukah cinta Phuwin justru akan membuat Black Panther menciptakan monster yang jauh lebih kejam daripada sebelumnya?
Karena dalam perang antara dua darah yang bermusuhan, mencintai musuh mungkin adalah pengkhianatan terbesar.