BilqisAlmirah9's Reading List
3 stories
Bad Boys vs Crazy Girls by asriaci13
asriaci13
  • WpView
    Reads 7,308,263
  • WpVote
    Votes 162,148
  • WpPart
    Parts 19
Sudah di terbitkan! Series SLS 1 Bagi Kate, Liam adalah musuh abadinya. Sementara, bagi Liam, Kate adalah mainannya. Kate membenci, Liam menyukai. Kate merindukan, Liam menghilang. Liam datang dan Kate selalu menolak. Tak pernah seirama. Hal biasa jika keduanya selalu saling melontarkan kalimat ejekan. Tapi, ketika kalimat ejekan itu menghilang, bagaimana jika salah satu dari mereka merindukan hal itu.
Devano [Complete] by AprilianaDewantary
AprilianaDewantary
  • WpView
    Reads 294,142
  • WpVote
    Votes 10,109
  • WpPart
    Parts 72
Cover by: surya_arr70 Second story sebenernya tp yg first diunpub. Ngambang soalnya😆. Pure khayalan sendiri, so dont copy paste my story!!!😆😆. Plagiat? Minggir!!!! No nyinyir yes! "Jika huruf diawali dengan ABC Angka diawali dengan 123 Nada diawali dengan do re mi Maka akan ku awali hubungan dari aku dan kamu tanpa ada dia didalamnya dan hanya ada kita" Stevano Wijaya "Bisakah, disaat kamu ada didekatku... sekali saja, lihat aku lalu tersenyumlah untukku. Dan bisakah kamu ajak aku tertawa hingga aku lupa akan masalalu ku?" Deva Safira
Unexpected Be Mom by Freyay
Freyay
  • WpView
    Reads 3,785,903
  • WpVote
    Votes 32,105
  • WpPart
    Parts 5
15+ Highest rank on Roman #17 06-11-2017 Raina tidak habis pikir akan mengasuh seorang bocah cilik periang yang baru saja datang ke kehidupannya bersama Ayahnya. Nama bocah itu Raiden, usianya masih empat tahun tapi dia sudah fasih berbicara, hanya tersendat juga cadel. Ayahnya, Galih, pria berusia tiga puluh dua tahun, seorang duda, mau tak mau mengabulkan permintaan anaknya untuk menginap di rumah Raina yang tak lain adalah perempuan yang baru ia kenal di acara kantor cabang, pesta perayaan ulang tahun kantornya barusan. Awalnya Galih menolak, namun melihat Raiden yang sangat antusias dan merengek meminta menginap di rumah perempuan itu, Galih harus berbicara empat mata dengan Raina yang terkejut ketika tangannya ditarik oleh Galih menuju belakang lobi, di tempat sepi. "Ini pertama kalinya putra saya meminta sesuatu setelah sekian lama Mamanya meninggal. Cukup satu hari saja, saya akan menjemput Raiden di rumah kamu." Pinta Galih masih menggenggam tangan Raina tanpa sadar. Mata Raina membulat lebar. Ia terkejut sekaligus tidak tahu jawaban apa yang harus ia sampaikan pada orang yang ada di hadapannya. Galih mungkin Bos di kantor, tapi bukan berarti Galih berhak meminta segala sesuatu padanya. Hingga Galih memejam mata sembari memijat pelipisnya dan berkata. "Saya mohon. Setelah ini saya tidak akan mempertemukan Aiden ke kamu agar putra saya tidak meminta hal macam-macam lainnya." Raina bingung, matanya tak lepas dari genggaman Galih. ::::::